Melirik Kehidupan Pendidikan di Negeri Ginseng


Dah lama niyh gak posting-postingan lagi. Maklum nak kuliahan. Banyak tugas.. 😥 Jadi, belum sempat nulis-nulis lagi. Kebetulan gw dapat tugas dari Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia, kita ditugasin buat tulisan yang bertema PENDIDIKAN dan harus karya yang orisinil. Maksudnya adalah gak pake cara instant, copy paste lewat internet. So, acara menulis gw dimulai. Gw nulis berdasarkan pikiran dan pengalaman gw, serta beberapa referensi yang gw baca dan juga tanya langsung kepada teman-teman gw yang ada di negara yang bersangkutan. ^^ Moga aja, niyh tugas gw bisa bermanfaat bagi kita semua. Cekidot…

Kata ”pendidikan” merupakan kata yang tidak asing lagi untuk didengarkan. Suatu hal yang umum dan menarik untuk dibahas. Pendidikan pada dasarnya adalah suatu kegiatan yang direncanakan dimana terdapat tujuan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, baik dari segi akademik, moral ataupun etika. Pendidikan dapat menjadikan manusia yang berpotensial menjadi manusia yang beraktual. Sehingga, sangatlah penting bagi kita semua untuk memperoleh pendidikan guna menjadi manusia yang berkualitas.

Negara yang maju disebabkan tingginya jumlah sumber daya manusia yang berkualitas yang dimilikinya. Kita dapat melihat dari beberapa negera di dunia, seperti Jepang, Amerika, dan Korea. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi negara yang paling unggul dalam segala-galanya. Mereka dapat bersaing karena mampu memiliki sumber daya manusia yang bermutu dan berkualitas, ditambah lagi teknologi canggih yang dimilikinya. Sedangkan Indonesia yang merupakan negara berkembang memiliki banyak sumber daya manusia, terlebih-lebih sumber daya alamnya. Namun, hingga saat ini belum ada perubahan yang begitu menonjol pada Indonesia, utamanya di bidang teknologi ataupun bidang pendidikan. Mengapa demikian?

. Dalam tulisan ini, penulis mencoba menuliskan bagaimana kehidupan pendidikan di Korea Selatan, khususnya kehidupan para pelajarnya. Mencoba melihat sekilas tentang hal ini, mungkin akan memberikan sedikit perbandingan ataupun motivasi bagi kita semua untuk bisa menjadi lebih baik, menjadi lebih giat dalam belajar sehingga bisa meningkatkan kualitas diri di dalam era globalisasi ini. Penulis mengambil Korea Selatan sebagai contoh karena penulis masih terkagum-kagum dengan apa yang ada di Negeri Ginseng tersebut (atau mungkin karena drama Korea yang kini sedang membanjiri siaran televisi di Indonesia apalagi para aktor dan aktrisnya yang ‘bening-bening’ yang mampu membuat penulis terpikat hingga judul tugaspun dikait-kaitkan? Hehehe).

Negara di kawasan Asia ini sedang gencar-gencarnya melakukan peningkatan kualitas SDM sehingga mempengaruhi tingkat keprofesionalan mereka di bidang teknologi dan industri dan didukung pula dengan manusianya yang sangat antusias terhadap masalah pendidikan. Di Korea Selatan, pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi para generasinya. Berdasarkan hasil tanya jawab penulis terhadap pelajar Korea dalam hal pendidikan, mereka mengatakan bahwa di Korea harus menyelesaikan tingkat sekolah dasar (SD) selama 6 tahun, tingkat menengah (SMP) selama 3 tahun dan tingkat SMA selama 3 tahun juga. Setelah menyelesaikan studinya, mereka lanjut pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi, yaitu go to university. Mereka merasa bahwa berada di universitas merupakan suatu kebebasan. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan dalam memilih jurusan mana yang mereka suka. Untuk masuk di universitas, mereka melalui ujian terlebih dahulu dan hal ini merupakan hal yang sangat penting bagi para pelajar Korea. Hal yang sama seperti di Indonesia.

Sistem belajar meraka sangatlah diperhatikan. Pada umumnya, para pelajar di Korea Selatan tidak memiliki waktu yang banyak untuk bermain-main. Hampir seluruh waktunya dihabiskan dengan belajar. Mereka memiliki waktu belajar selama 5 hari dalam seminggu di sekolahan. Namun, terkadang juga harus belajar di akhir minggu. Waktu belajar mereka dari pukul 07.00 – 18.00. Namun, pada jam tersebut bukan menandakan bahwa jam pelajaran telah berakhir. Mereka diharuskan memiliki jam belajar lagi, yang merupakan sebuah jam pelajaran tambahan hingga pukul 22.00. Jadi, boleh dibilang bahwa hampir sebagian besar waktu para pelajar di Korea Selatan ini dihabiskan di sekolah untuk belajar. Betapa antusiasnya para pelajar di Negeri Ginseng tersebut terhadap dunia pendidikan. Mereka sejak kecil sudah dituntut untuk bertanggung jawab terhadap masa depannya. Jadi, mau tidak mau mereka harus belajar, belajar dan belajar untuk masa depan yang lebih baik.

Penulis sangat terkesan terhadap apa yang dimiliki para pelajar di Negeri Ginseng tersebut dan pengalaman penulis bersama para mahasiswa Korea Selatan di Kota Bau-Bau pada bulan Juli kemarin memberikan pengalaman yang sangat berharga dan banyak hal yang dapat dipelajari dari kehidupan mereka.

Semangat belajarnya yang sangat tinggi, cepat, bekerja keras, apalagi mereka lebih mengutamakan proses dibandingkan hasil. Ditambah lagi dengan kedisiplinan mereka terhadap waktu dan kekompakkan mereka dalam bekerja di suatu tim . Boleh dibilang mungkin hal inilah yang menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu negara di kawasan Asia yang patut diperhitungkan keberadaannya sehingga negara ini mampu tampil di depan sebagai salah satu negara maju yang tidak akan bisa dianggap remeh oleh negara-negara lain. Sekali lagi dikatakan, ini semua akibat adanya perhatian yang sangat besar terhadap dunia pendidikan di Negeri Ginseng tersebut, baik dari pemerintah ataupun masyarakatnya.

Advertisements

3 thoughts on “Melirik Kehidupan Pendidikan di Negeri Ginseng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s