Tentang Pendidik dan Peserta Didik


Berbicara tentang peserta didik, kita berbicara tentang anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik formal ataupun nonformal dan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Contoh, peserta didik yang berada di tingkat dasar ataupun menengah, disebut siswa/siswi. Peserta didik yang berada di jenjang pendidikan tingkat tinggi disebut mahasiswa.

Well, di atas itu cuma sebagai kata pembuka aja. Hehehe… Tadi gw ada mata kuliah SBM alias Strategi Belajar Mengajar yang dibawakan oleh Pak La Ode Supardi, S.Pd, M.Pd di ruangan 462, lantai 4, gedung FKIP UNIDAYAN. Mata kuliahnya asyik, soalnya beliau juga ngebawainnya bagus. Nampaknya beliau udah tahu gimana caranya ngebawain materi dengan style yang TOP BGT. I like it. 🙂

Tadi kita ngebahas tentang Pola-Pola Interaksi antara Pendidik dan Peserta Didik dalam proses belajar mengajar. Selesai pak dosen ngejelasin tentang materi itu, seperti biasa, kita diberi kesempatan untuk bertanya. Ada beberapa ilmu yang gw mau share di sini tentang pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sama teman-teman sekelas gw tadi.

“Ada pertanyaan?,” kata Pak Pardi.

“Saya, pak!” teman gw sambil mengacungkan tangannya.

“Pak, gimana langkah-langkah seorang pendidik jika di dalam PBM, materi pelajarannya gak pernah ditanggepin sama peserta didik?”

…..

“Satu pertanyaan terakhir,”  kata pak dosen lagi.

Tiba-tiba, teman gw lagi bertanya, “Sikap positif seperti apa yang sebaiknya dilakukan peserta didik jika peserta didik tidak menyukai pendidiknya dalam mata pelajaran/mata kuliah tertentu?”

….

Sebelum pak dosen ngejawab, beliau memberikan kita kesempatan untuk sapatahu ada yang bisa ngejawab. Gw sempat juga siyh beri jawaban. Tapi, gak tahu. Kayaknya jawaban gw gak berbobot. Hehehe… Oh, iya, jawabannya ada di bawah. Gw nyoba untuk rangkumin pertanyaan dan jawaban dari teman-teman gw. Cekidot…

*Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan pendidik jika peserta didik tidak/kurang menanggapi mata pelajaran yang diberikan dalam PBM (Proses Belajar Mengajar), yaitu

 

  1. Pendidik harus berusaha membawakan materi yang dibawakan sebaik mungkin sehingga menumbuhkan rasa ketertarikan peserta didik dalam mempelajari materi tersebut.
  2. Pendidik harus bisa menjadi orang yang kreatif dalam mengajar. Metode pengajaran yang dibawakan jangan bersifat monoton. Harus bisa bervariasi agar peserta didik tidak bosan di dalam PBM.
  3. Ada baiknya, sebagai pendidik harus dapat mengetahui dan memahami berbagai macam karakteristik peserta didik, sehingga dengan begitu pendidik tahu dengan cara mengajar seperti apa yang cocok diterapkan di dalam PBM untuk peserta didik.

 


*Sebagai seorang peserta didik, melakukan penilaian terhadap pendidik merupakan sikap yang sudah biasa dan sering dilakukan. Apalagi memberikan penilaian tentang cara mengajarnya, cara berpakaiannya, selayaknya artis yang sedang naik daun. Pendidik selalu menjadi pusat perhatian public (peserta didik). Di antara banyaknya peserta didik di dalam sebuah kelas/sekolah, pastinya ada satu, dua orang yang tidak menyukai salah satu pendidik yang mengajar di kelas mereka. Dan tentunya, sebagai peserta didik  mau gak mau harus ngikutin apa yang diperintahkan oleh pendidik tersebut. So, bagi kamu yang merasa masih jadi peserta didik dan gak menyenangi salah satu guru/dosen kalian, coba lakukan langkah-langkah positif berikuti ini, sapatahu bisa membantu dan kalian gak bakalan menyesal nantinya. Ingat, gan, Penyesalan gak datang duluan!

“Berusaha untuk belajar menyukai mata pelajaran/mata kuliah yang diberikan, walaupun sebenarnya tidak menyukainya. Belajarlah menjadi ikhlas untuk menyukai mata pelajaran/mata kuliah tersebut, meskipun tidak menyukainya. Karena suatu saat kita akan saling membutuhkan satu sama lain. Manusia adalah makhluk sosial. Remember it!”

Oh, iya, ada satu lagi yang gw petik dari perkataan dosen gw tadi.

“Sebagai seorang pendidik/guru, janganlah menempatkan diri kita sebagai orang yang cerdas, orang yang lebih tahu dari yang lain (peserta didik). Kita harus menempatkan diri kita sebagai seorang yang memberikan informasi bagi para peserta didik.”

Gw setuju dengan perkataan dosen SBM gw. Iya, karena sebagai pendidik, kita tidak selamanya tahu segala-galanya. Mungkin saja ada peserta didik yang lebih pinter dari pendidiknya. Bisa jadikan? So, sebagai pendidik, kita jangan terlalu congkak, bahwa gw hebat, gw lebih cerdas dari anak murid gw. Mereka tahu apa?

Sekarang informasi udah banjir. Ada di mana-mana. Mudah diakses di mana saja, kapaannn saja…

Bagi peserta didik yang bisa ngegunain kesempatan ini dengan baik, mungkin akan bisa menyaingi guru/dosennya. Jadi, bagi para pendidik ataupun calon pendidik *gw juga termasuk. Hehehe… Ingat yang di atas yah!

Okay.Okay. Kayaknya sampai di sini dulu postingan gw kali ini tentang pendidik dan peserta didik. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. And, gw minta maaf kalo artikel ini mengandung umpan.umpan. Eh, eh, maksudnya ada kata-kata yang gak enak untuk dibaca, gw minta maaf. Bukan maksud gw menulis seperti itu untuk menyakiti. -_-“. Assalam…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s