Pasar Wameo, Pasar Murah Meriah ^^


Sesuai topik di atas, kali ini gw mau cerita sedikit tentang si ‘murah meriah’ ini. Salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh warga Kota Baubau. Tentunya untuk meng-hunting pakaian-pakaian second alias RB. Yup, Wameo Market atau nama kerennya Pasar Meo-Meo alias Wameo. 🙂

Actually, gw gak bisa mengatakan kalau di Pasar Wameo tuh tempat untuk meng-hunting pakaian second yang berkualitas (RB). Soalnya, selain RB, banyak yang dijual di sana. Mulai dari sayur-sayuran, ikan, sembako dan lain-lain. Dengan segala aktivitas yang ada, Pasar Wameo pun menjadi sangat ramai. Selayaknya pasar-pasar di berbagai daerah yang penuh dengan kesibukan di dalamnya.

Pasar Wameo juga merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai terminal untuk ke Batauga ataupun Sampolawa. Jika kita melihat Wameo, tampak depan, banyak mobil angkutan desa yang berjejer menunggu penumpang yang datang. Sedangkan, di bagian samping depan sampai belakang Wameo, banyak yang berjualan sembako. Dan, di bagian dalam sampai belakangnya, kita akan menemukan berbagai macam pakaian, sepatu, celana, tas ataupun kaos kaki bermerk terkenal dengan harga murah (tentunya karena semuanya adalah second alias RB). Biasanya, untuk mendapatkan harga murah kualitas tinggi, orang-orang suka men’cakar’ di bagian belakang. Kata orang-orang, di bagian belakang biasanya harganya murah. Dan betul saja, waktu gw jalan-jalan ke bagian belakangnya, gw denger ada penjual RB yang neriakin kalo RBnya tuh harganya Rp.2.000 per lembar. Apa itu baju, sweater ataupun celana. Gile banget! Hari gini, kita masih bisa dapet  pakaian murah. Ckckck… So, karena my mom ikut men’cakar’ di tempat itu, gw juga ikut :), sekedar nyari-nyari aja yang cocok, tapi gak dapet. Hehehe. Mungkin karena lagi gak mood. Soalnya, PANAS!!! Haduuuhh, gw hampir dehidrasi. -_- Tapi, di sekeliling gw, walau panas menghadang :), yang lain pada asyik ‘cakar-mencakar’. Ckckck… Hebat. Hebat. Di tengah lautan pakaian dan suasana panas yang belum bisa gw tolerir, mereka sanggup untuk tetap bertahan di situ.

Selain di belakang, banyak juga yang menjajakan RBnya di bagian tengah (dalam), tentunya suasananya lebih adem. 🙂 Kebanyakan pakaiannya udah digantungin dengan hanger. Jadi, mudah untuk kita milih-milih, tanpa harus bergelut di lautan pakaian seperti sebelumnya. Dan harganya lumayan terjangkau. Kalo yang jago tawar-menawar, bisa kok gunain kemampuannya untuk dapetin harga yang pas banget di hati. 🙂

Next, gw ke tempat penjualan ikan. Tempat ini belum lama dibangun. Sayangnya, para penjual ikannya belum bisa ngegunain tempatnya secara maksimal. Lihat aja, masih banyak tempat kosong yang udah disediain untuk ngejualin ikan-ikan mereka, malah mereka asyik jualan bukan pada tempatnya.  Tapi, beberapa hari yang lalu, gw lihat ada banyak Pol-PP yang menertibkan penjual-penjual ikan yang gak berjualan pada tempatnya. Oh, iya, di bagian luar TPI ini, banyak penjual sayur-sayuran juga lho. Mereka make tenda sebagai pelindung dari panasnya sinar matahari. Kasian, yah. Walaupun panas, mereka harus rela-relain berjualan di tempat seperti itu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Betapa susahnya cari uang itu, nduk! *sok jadi orang tua. 🙂

Terakhir, di Wameo ini udah ada namanya rumah susun. Letaknya di bagian belakang, samping TPI. Indahnya kalo dilihat-lihat. Gw belum pernah secara langsung menginjakkan kaki di situ, yaa hanya untuk sekedar mengamati aja bagaimana kondisi fisik bangunannya dari dekat. Perasaan gw, tuh rumah susun belum ada yang nempatin sama sekali. Eh tau-taunya, pas gw merhatiin dengan teliti dan seksama, ternyata banyak pakaian yang bergelantungan di tempat penjemuran. Logikanya, berarti udah ada yang tempati donk tuh rumah susun. Ternyata, oh ternyata. 🙂

Perjalanan ke Wameo with my mom akhirnya berakhir. Karena kebetulan awannya udah mulai kelabu-kelabu gitu, so on the way ke rumah, kita kehujanan. Parahnya, mommy make mantel, sedangkan gw gak make apa2. Cuma tas gw aja yang gw lindungin, dipakein mantel. Alhasil, gw basah dan mama ngeledekin gw. Katanya, makanya hujan, soalx gw belum mandi. Wekz, enak aja gw dibilang kayak gitu. Tega!

Advertisements

3 thoughts on “Pasar Wameo, Pasar Murah Meriah ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s