City Tour at July 17, 2010 in Baubau


Sebetulnya kegiatan City Tour ini udah lama. Mungkin udah pada ‘basi’ ceritanya. Tapi, gimana yah, Ning kepingin mau masukin di blog. Soalnya kemarin-kemarin lagi gak punya waktu untuk merangkum semua perjalanan City Tour ini. So, kali ini Alhamdulillah Ning punya waktu, jadinya bisa deh… Coba dibaca yuk!

Tanggal 17 Juli 2010. Paper City Tour Itinerary udah ada di tangan Ning. Dan kali ini tujuan City Tour kita adalah ke Benteng Keraton Buton – Little Bali di Ngkaring-Ngkaring – Palabusa – Nirwana Beach. Baiklah, kita mulai saja perjalanan untuk City Tour hari itu.

Tiba di Benteng Keraton Buton. Kita berkumpul di Bukit Lele Mangura, yang merupakan tempat makam Sultan Murhum, Raja terakhir Kerajaan Buton dan Sultan I Kesultanan Buton. Dari sini, kita belum ke mana-mana soalnya lagi nungguin rombongan lain yang lagi dalam perjalanan. Sambil kita nungguin, kita foto-foto dulu. Narsis. Hehhe.

 

with SeungHoon, KangWon, YongJin and JaeJun
Ning sama teman-teman KNU

Beberapa menit kemudian, semua rombongan udah pada kumpul semua dan langsung aja perjalanan dimulai. Kita ke Batu Yi Gandangi. Batu ini terletak di sebelah timur dari Makam Sultan Murhum. Seperti yang dikutip dari Buku Panduan Pariwisata Kota Baubau, pada malam hari sebelum sultan Buton dilantik, Sara di Kesultanan Buton menyediakan air yang disimpan dalam ruas bambu yang disebut Tingko. Setelah itu dipukulkan gendang. Air tersebut dibiarkan bermalam di batu tersebut dan keesokan harinya dibawa ke istana untuk dijadikan air mandi bagi calon Sultan. Batu ini menggambarkan simbol kejantanan. Selain itu, batu Yi Gandangi diyakini masyarakat bahwa ketika kita berada di tanah Buton harus menyentuh batu ini karena jika tidak menyentuh batu ini, sama saja artinya kita tidak menginjakkan kaki di tanah Buton.

 

Di Batu Yi Gandangi

Dari situs Batu Yi Gandangi ini, kita menuju Mesjid Agung Keraton Buton. Mesjid ini dibangun pada awal abad ke-18, tahun 1712 Masehi pada masa pemerintahan Sultan Sakiyuddin Durul Alam (La Ngkariyriy), Sultan Buton ke-19. Mesjid ini bertingkat 3 dengan ukuran 20,6 x 19, 40 m. Pintu mesjid ini berjumlah 12, anak tangganya berjumlah 19 dan tiang masjid ada 20 batang. Mesjid beserta kelengkapannya menurut paham orang Buton merupakan penjelmaan ide dan pemahaman tentang eksistensi manusia dan kemanusiaan.

Mesjid ini selain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga sebagai tempat pengukuhan setiap sultan yang baru dilantik. Di dalam mesjid terdapat suatu bentuk pemerintahan keagamaan yang disebut Sara Kidhina yang bertugas mengatur dan menjalankan kegiatan keagamaan. Sara Kidhina ini masih dipertahankan sampai sekarang, demikian pula adat serta tata cara yang berlaku dalam mesjid. Sara Kidhina yang terdiri dari 1 orang lakina agama, 1 orang imam, 4 orang khatib, 12 orang moji, 40 orang mokimu, dan 4 orang tungguna ganda. Di dalam mesjid ini pula terdapat bedug tua dengan panjang 1, 5 meter yang menggunakan 33 pasak dan dilengkapi 2 buah guci tempat air.

 

Mesjid Agung Keraton Buton
Foto di Depan Mesjid Agung Keraton Buton

Dari mesjid, kita langsung ke Tiang Bendera atau biasa disebut dengan Kasulaana Tombi. Tiang bendera ini merupakan tiang bendera tua yang didirikan sekitar tahun 1712 dan masih berdiri hingga sekarang. Terletak di sebelah kiri Mesjid Agung. Terbuat dari kayu jati dengan ketinggian 21 m. dahulu berfungsi untuk mengibarkan Bendera Kerajaan/Kesultanan, Longa-Longa.

 

Gifoan di depan Tiang Bendera

Dari tiang Bendera, kita ke situs Batu Popaua. Batu Popaua yang merupakan batu pelantikan yang terletak di depan Mesjid Agung Keraton Buton adalah simbol kewanitaan. Di tempat inilah Raja/Sultan Buton dilantik oleh dewan menteri ditandai dengan memutarkan payung kebesaran di atas kepalanya. Batu ini masih dianggap suci dan keramat, dan ditempatkan dalam sebuah cungkup yang beratap seng.

 

Batu Popaua
Batu Popaua

Lanjut, kita jalan mengelilingi Benteng Keraton hingga tiba di Pusat Kebudayaan Wolio. Disebut pula dengan Kamali Baadia karena letaknya di Kelurahan Baadia. Merupakan peninggalan Sultan Buton XXXVIII, Laode Muhammad Falihi yang di dalamnya terdapat benda-benda peninggalan sejarah Kesultanan Buton berupa senjata kerajaan, pakaian adat, bendera kerajaan, foto-foto, dan sebagainya yang bernilai sejarah.

 

Pusat Kebudayaan Wolio
Mr. Kim and Eun Young

Karena berhubung hari udah siang, and jadwalnya untuk having lunch, kita ke Little Bali, yang letaknya ada di daerah Ngkaring-Ngkaring.

 

Little Bali
having lunch
Ning and Mirim in Little Bali

Setelah semua udah pada kenyang, trus istirahat ntar, kita langsung go to Palabusa. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca aja di sini karena kemarin, Ning udah posting duluan tentang perjalanan ke Palabusa. 🙂 Dari Palabusa, kita lanjut ke tempat tujuan terakhir. Pantai Nirwana… Yeah. Yeah. Pantai yang memiliki pasir putih sejauh 1 km ini mampu menyuguhkan panorama yang indah, apalagi kalau lagi ada sunset. *so sweet. -_- Dengan airnya tiga warna serta kondisi ombak yang tenang, pantai Nirwana dilengkapi dengan gazebo serta kedai makanan dan minuman yang dapat memberikan kepuasan tersendiri ketika berwisata di pantai ini. Pantai Nirwana ini merupakan salah satu tempat terfavorit, khususnya bagi masyarakat Kota Baubau. Apalagi kalau musim liburan. Oh, iya, letaknya sekitar 10km dari pusat Kota Baubau.

 

Pantai Nirwana
Jumi in Nirwana Beach
Nirwana Beach

Karena waktu udah mau nunjukin jam 6, kita langsung siap-siap untuk kembali ke home stay. Di mobil, teman-teman pada kecapean semua. Hehhe…

Itulah sekian dari City Tour tanggal 17 Juli kemarin. Huaaa… Pokoknya itu pengalaman yang paling menyenangkan. Thanks buat Kk Randy dan teman2 semuanya, yang udah ngebantu Ning selama 2 minggu kemarin. Gud luck, gud job. 🙂

Advertisements

One thought on “City Tour at July 17, 2010 in Baubau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s