Menciptakan Safety Riding di Kota Baubau


Dekade ini, kendaraan bukan lagi sesuatu hal yang ‘wah’ di mata masyarakat, khususnya di Indonesia. Kendaraan sudah menjadi alat transportasi wajib yang dimiliki oleh hampir seluruh masyarakat. Penggunaannya pun meningkat dari tahun ke tahun. Ini diperkuat dengan amatan yang saya perhatikan di Kota Baubau. Sebagai salah satu anggota masyarakat Baubau, saya merasa kalau semakin hari Baubau sudah hampir full dengan kendaraan. Utamanya kendaraan roda dua, sepeda motor.

Yang paling menarik untuk melihat secara langsung tingkat penggunaan kendaraan roda dua alias sepeda motor di Kota Baubau yaitu pada saat malam takbiran, malam sebelum Hari Raya Idul Fitri. Jika takbiran dimulai, telah nampak barisan pertama masih dikuasai mobil takbiran, ya cuma beberapa saja. Setelah itu, mulai terdengar suara bising dari motor-motor berkepulkan asap yang luar biasa (polusi mulai tercipta nih). Jumlahnya yang tidak bisa saya hitung banyaknya tidak menutup kemungkinan telah terjadi kecelakaan lalu-lintas di antara para pengendara sepeda motor tersebut. Tidak heran kalau esok harinya, di hari yang Fitri itu, kita harus mendengar ada orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu-lintas pada saat malam takbiran. Bagaimana tidak, sesama pengendara kendaraan roda dua di tengah himpitan banyak kendaraan bermotor, mereka mesti berkendara ugal-ugalan. Lebih parahnya, tidak memakai helm standar yang merupakan komponen penting untuk menciptakan safety riding. Mengendarai kendaraan seperti ‘orang gila’ membuat saya merasa was-was terhadap apa yang akan terjadi. Yang ada dipikiran saya saat melihat keadaan yang demikian adalah memikirkan apakah mereka (rider) menyadari bahaya yang muncul untuk dirinya sendiri? Bukankah nyawa menjadi taruhannya? Nyawa tidak dapat dibeli di apotek ataupun di sembarang tempat, rumah sakit sekalipun. Nyawa itu cuma satu, sobat. Cuma dari Allah. Jagalah selalu nyawamu ketika harus mengenderai kendaraan bermotor!

Saat Takbiran

Masih banyak keruwetan yang saya rasakan ketika harus menggunakan kendaraan di kota ini, Baubau. Masih seperti yang di atas. Selain ugal-ugalan, pengendaranya masih belum tahu betul rambu-rambu lalu lintas, utamanya ketika mereka masih mengendarai kendaraan bermotor di tengah jalan. Apakah bisa seorang pengendara kendaraan bermotor harus melambung di sisi kiri kendaraan lain, mobil misalnya. Apakah bisa? Saya rasa merupakan hal yang tidak boleh dilakukan oleh siapa saja dalam mengenderai kendaraan bermotor. Ditambah lagi, masih banyaknya pengendara yang saya temukan untuk mencoba menjadi ‘nakal’ ketika ada lampu merah di persimpangan jalan. Mencoba menerobos untuk mendapatkan kebebasan, tanpa harus ada aturan untuk berhenti sejenak. Sungguh tindakan yang sangat fatal ketika mesti melanggar aturan tersebut. Pelanggarnya pun masih banyak saya temukan dari kalangan anak muda ataupun ojek-ojek yang ‘nakal’, yang sengaja tidak mematuhi aturan tersebut. Jika ada polisi di sekitar situ? Sudah pasti, mereka semua akan taat pada aturan-aturan tersebut.

Dalam postingan ini juga, saya mau menyarankan kepada pihak yang berwajib, alias polisi lalu lintas di Kota Baubau. Setidaknya Polantas mesti memberikan penyuluhan secara berkala tentang bagaimana berkendaraan yang baik, tertib, dan aman ke tiap-tiap sekolah, universitas dan berbagai instansi, ataupun para ojek yang ada di masing-masing pangkalan ojek. Dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hal ini. Mengingat tingkat pelanggaran yang masih sering dilakukan oleh pengendara kendaraan seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang ada di Kota Baubau.

Itulah sekelumit masalah yang masih sering ditemukan ketika kita harus berkendara di tengah banyaknya kendaraan. Kita sudah mencoba untuk ber-safety riding, malah kita yang kena musibah atas keteledoran orang yang tidak patuh terhadap aturan yang ada. Olehnya itu, sebagai pengendara kendaraan bermotor, apa salahnya bila kita mencoba untuk mengenderai kendaraan dengan tertib dan aman, selalu memakai helm standar, tidak mencoba ugal-ugalan di tengah jalan jika hanya mau pamer pada khalayak umum. Bukan tempatnya kalau harus di jalan, utamanya jalan raya. Cobalah untuk menjadi seorang yang taat akan aturan lalu lintas. Apa salahnya. Toh secara langsung kita telah menciptakan safety riding bagi diri sendiri dan orang lain.

Advertisements

One thought on “Menciptakan Safety Riding di Kota Baubau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s