Hmmm… Setelah beberapa hari baca nih novel, akhirnya selesai juga… Yippy…

Baiklah. Ning akan bercerita sedikit tentang novel ini, Badai Pasti Berlalu. Menarik…🙂

 

BADAI PASTI BERLALU

Sebuah novel karangan Marga T, awal terbit tahun 1974, dan gambar di atas merupakan buku cetakan keenam belas (Februari 2007). Novel ini memiliki 480 halaman. Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Masih bertema tentang cinta. Mari kita membaca summary Ning di bawah… Semoga gak keluar jalur… -_-“

Siska, wanita penderita diabetes yang patah hati karena kekasihnya membatalkan pertunangannya seketika berubah menjadi seseorang yang dingin, seperti tak memiliki semangat untuk hidup. Dibiarkan hidupnya berlalu dengan meratapi kesedihan-kesedihannya dalam sebuah villa yang sunyi dan sepi milik keluarganya. Jauh dari kesibukan dan kebisingan kota Jakarta.

Lalu, datanglah Leo, teman Johny, kakak Siska. Leo dikenal sebagai Don Juan di kalangan mahasiswa yang memiliki keinginan untuk membantu Siska keluar dari keterpurukannya selama ini. Taruhan bersama teman-temannya semakin mendorong hasrat mahasiswa kedokteran itu, tapi toh, rupanya takdir berkata lain. Leo harus betul-betul jatuh cinta kepada seorang Siska, si gunung es. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan perhatian Siska hingga akhirnya berhasil, namun kandas setelah pertunangannya dengan SiskA karena Siska mengetahui bahwa ternyata dia cuma dijadikan bahan taruhan, terlebih lagi Siska mengetahui bahwa Leo adalah seorang penderita diabetes.

”Bila Anda seorang diabetik yang jatuh cinta, tanyalah pertama-tama: apakah engkau juga diabetik? Bila kekasih Anda mrnjawab: ya, larilah dan tinggalkan dia.” (Dr. Hazniel Zainal)

Setelah kekecewaan Siska terhadap Leo, muncul Helmi yang bekerja sebagai pianis di nite-club ayahnya. Helmi yang licik mampu membuat Siska menjadi miliknya.

Kehidupan bersama Helmi tidak membuat Siska bahagia. Sampai suatu ketika, Siska memiliki seorang anak laki-laki, Cosa. Siska rela mengorbankan kebahagiannya bersama orang yang tidak dicintainya (Helmi) demi Cosa.

Di akhir cerita, Siska kembali sedih karena dia harus kehilangan Cosa dan dengan tiadanya Cosa, Siska berhasil melepaskan diri dari Helmi. Hari-hari Siska diliputi kesedihan lagi dan Leo pun datang. Siska menceritakan semua yang dirasakannya bahwa Siska masih mencintai Leo, tetapi mereka tidak bisa bersatu karena baik Siska ataupun Leo adalah diabetik. Leo pun menyangkalnya. Pernyataan yang didengar Siska itu cuma becandaan Leo dan teman-teman Leo dan tentu saja Leo bukan penderita diabetes. Betapa bahagianya hati Siska mendengar kabar itu. Thus,, Leo dan Siska bersatu kembali dalam cinta yang benar-benar mereka inginkan.🙂

Mmm… Kira-kira begitulah cerita singkatnya. Pertama baca aja udah mulai merasa tertarik dengan novel ini. Marga T merangkai kata-katanya dengan sangat bagus. Mengalir dan menarik. Pemilihan kata-katanya juga tidak terlalu susah untuk dicerna. Untuk konfliknya, good enough. Tidak terlalu banyak masalah yang bisa membuat kepala pusing 7 keliling seperti sinetron-sinetron kebanyakan. *Peace… Mungkin itu aja yang bisa Ning tulis di sini. Selengkapnya baca aja yah Novelnya. Walaupun novel karangan tahun 1974, tapi menarik kok. Ingat, Badai Pasti Berlalu, Marga T.🙂

2 thoughts on “Badai Pasti Berlalu, Marga T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s