Dunia dan Hidupku


Semakin hari persoalan dan masalah yang ada di dunia muncul satu per satu. Tak kunjung pernah berhenti. Nampaknya bumi sudah sangat semakin tua. *memang sudah tua kok.
Masalah yang membuat hati miris selalu saja muncul, apa itu tentang kekerasan, peperangan, dan segala tindak-tanduk masyarakat dunia yang semakin menggila. Ditambah lagi dengan munculnya kelangkaan sumber daya alam, naiknya harga barang-barang ataupun sembako. Semua itu semakin membuat hati saya menjadi was-was. Apakah 10 tahun ke depan kita masih bertahan hidup? Apakah ke depannya kita semakin sejahtera? Atau malah sebaliknya?

Orang-orang mulai berlomba-lomba meningkatkan kualitas hidupnya masing-masing. Ingin memperoleh kehidupan yang lebih baik. Bagaimanapun caranya. Orang melakukannya dengan cara yang berbeda-beda. Mulai dari cara yang ‘bersih’ sampai cara yang ‘kotor’. Lihat saja berita yang disiarkan lewat televisi, beragam tindakan masyarakat yang ada demi pencapaian kualitas hidup yang lebih baik. Misalnya, penyewaan tuyul. *oh, no!!!, tindakan korupsi, dan sejenisnya. :p Tetapi, masih ada kok yang tetap mencari nafkah dengan cara yang ‘bersih’. Baguslah… 🙂

Memang. Hidup di zaman sekarang itu susah. Syukur-syukur orang tua kita tergolong orang yang mampu. Bagaimana dengan yang tidak mampu? Otomatis, harus mencari uang dengan kerja keras, hasil keringat sendiri. Zaman sekarang zaman uang. Gak ada uang, gak ada barang, gak bisa hidup. Namun, langka dengan budi pekerti dan tata krama.

Semakin dewasa, semakin kompleks saja masalah yang dihadapi.
Saya tidak menyangka kalau ternyata pola berpikir kita akan berubah seiring bertambahnya usia. Sewaktu SD dan SMP, di pikiran saya gak pernah terbesit darimana sumber dan bagaimana cara mendapatkan uang untuk membeli apa yang saya inginkan dari orang tua. Saya cuma tahu kalau barang itu harus ada di hadapan saya. Titik. *Betapa childishnya dulu.
Nah. Saat beranjak usia 18an lah, sudah mulai sadar-sadar sedikit. Bagaimana caranya menjadi manusia yang baik, bagaimana caranya dapat uang dengan cara yang halal; bagaimana susahnya hidup ini kalau gak ada kerjaan; bagaimana sayangnya orang tua sama kita, yang gak banyak mengharapkan apa-apa dari kita. Bukan materi yang mereka perlukan. Tapi, cuma menginginkan keberhasilan kita hingga membuat diri mereka beruntung memiliki anak seperti kita. Aaaahhh… Semua membuatku sadar, walaupun gak terlalu. Hehehe… *peace…

Waduh, kayaknya melenceng deh topiknya. Gak apa-apa ah. Yang penting menulis. *Udah gak bener nih… :p

Trima kasih udah mau baca postingan kali ini…

c U at next post…

Ningning…

Advertisements

One thought on “Dunia dan Hidupku

  1. 20 tahun yang terjadi inflasi, sebelumnya juga (masih ingat kan tritura), sekarang juga, di masa depan bisa dikatakan nyaris pasti juga. Perbedaannya adalah pada jumlah penduduk, menaikan laju kebutuhan dan laju inflasi.

    Tidak ada solusi sederhana untuk hal ini. Yah, dinikmati saja :).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s