The Still of The Night


Kata Sutardji Calzoum Bachri alam itu adalah wakil Tuhan di dunia.
Beliau bercakap dengan alam.
Berdialog dengan alam.
Sajak-sajaknya pun tercipta melalui alam.
Dan alam pun menginspirasinya.

Malam ini.
Di tengah keheningan malam.
Aku mau seperti beliau.
Berdialog dengan alam.
Tapi…
Apa aku bisa?
Apa aku mampu?
Mencurahkan segala perasaan ini kepada kalian?
Wahai wakil Tuhan.

Apa aku harus menitikan air mata lagi?
Untuk kesekian kalinya.
Apa harus?

Wahai alam.
Lihatkah kau isyarat ini?
Dengarkah kau keluh kesahku?

Saksi bisu yang hanya mampu buatku menatap jauh.
Jauh dari keadaan yang sebenarnya.
Pikiranku melayang.
Tak tentu arah.
Membawa diri ini ke luar dunia yang bukan sebenarnya.

Kehidupan dunia nyata yang semakin kompleks mendesakku untuk menikmati ketenanganmu.
Terus. Terus. Terus. Dan terus.
Walau harus bersama suara ombak,angin malam, dan titik-titik terang di kejauhan.

Tuhan.
Trima kasih atas segalanya.
Kau Maha Pengatur.
Aku yakin kepadaMu.
Ini adalah jalan terbaik yang Kau tunjukkan kepadaku.
Walaupun sesungguhnya aku sudah tidak sanggup bertahan lagi.

Advertisements

4 thoughts on “The Still of The Night

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s