Menjadi Guru Profesional dan Cara Mempertahankannya


Berbicara tentang guru profesional berarti berbicara tentang profesi dan pendidikan. *menurut Nining.

Sebetulnya tulisan Nining kali ini mungkin agak kurang ‘high class‘. Dimaklumi saja, soalnya Nining tidak master dalam hal seperti ini. 🙂

Sebelum membahas lebih lanjut. Nining mau curhat dulu… 😥
Tadi itu kan kita lagi MID EXAM Mata Kuliah Profesi Keguruan.
Aduuuuuuuuuhhhhh, Nining malllu sekali sama Pak Pardi… 😥
Soalnya tadi ada salah satu soal yang keluar dimana pembahasan tersebut sudah pernah dibahas di kelas, apalagi yang membawakan materi tersebut adalah NINING sendiri. Dan Alhasil, di UJIAN tadi, NINING gak bisa jawab soal itu. Untungan  pak dosen memberikan beberapa pilihan alternatif, mau menjawab tentang 10 Ciri Guru Profesional (pembahasan yang Nining bawain di depan kelas), Ciri-Ciri Profesi, atau Dimensi Profesional. Untungaaannn pak dosen ngerti. Jadinya, Nining mencoba menjawab tentang CIRI-CIRI PROFESI.

Hmmm… Sempat malu juga sama pak dosen. Mestinya sebagai yang bawain materi, Nining mesti menjawab apa yang sudah Nining jelaskan dong, tentang 10 Ciri Guru Profesional. *Haaaa…. Malu skaliiiiii sama pak dosen. Langsung ciut nyali Nining.
Ternyata MEMANG. NINING MASIH KURANG DISIPLIN BELAJAR. Coba kalau dibaca terus, pasti bakalan dijawab tentang itu… HUhuhuhuhu… Pak, minta maaf… 😥
Iya, Ning mengaku salah. Ning masih kurang DISIPLIN… 😥
😥 *soalnya tadi malam Ning gak ngulangin materi di situ. Cuma CIRI-CIRI PROFESI. Jadi deh… Gak ingat lagi tentang 10 CIRI GURU PROFESIONAL… Ya ALLAH… KEnapa sih Nining ‘bodoh’ kayak gini???
BODOH,BEGO, TOLOL… >.<
TT

Oke, kita kembali ke materi.

Di sini Nining akan mengemukakan pendapat dari sudut pandang Nining sendiri. Maaf sebelumnya, jangan menertawakan apa yang Nining akan jabarkan di sini  ya. Kalau perlu tinggalkan saja komentar agar Nining lebih paham tentang GURU PROFESIONAL itu. Yaaa, cuma memberanikan diri untuk bereksplorasi dengan jawaban-jawaban Nining yang mungkin tidak jelas ini. Kata pak dosen tadi, jangan malu untuk mengemukakan pendapatnya. *Iya, pak. Ning gak malu… Kalau memang itu pikiran Nining, pikiran yang bukan high class, apa salah untuk diungkapkan? Gak kan???

Menjadi seorang guru profesional harus bisa menguasai beberapa aspek.
Pertama, penguasaan diri sendiri sebagai seorang guru. Sebelum kita melakukan pekerjaan kita sebagai seorang guru, kita harus benar-benar siap, baik mental ataupun fisik untuk bisa menjadi seorang guru. Karena guru itu adalah TELADAN. Jadi, segala tindak-tanduk guru akan selalu diperhatikan oleh semua kalangan *kayak artis dank… 😀 Apalagi ketika kita harus berada di depan kelas untuk mengajar. Benar-benar mesti menguasai diri. Jangan sampai merasa grogi tampil di depan kelas. *kan malu kalau dilihat anak didik, nanti dianggap remeh lagi… -_-“

Kedua, penguasaan dalam pengetahuan alias materi pelajaran yang akan diajarkan. Sebagai seorang guru profesional, tentunya telah memiliki hal yang satu ini, sehingga ketika kita membawakan materi yang pada hakikatnya telah dikuasai seluk beluknya, maka akan memudahkan kita untuk menjawab segala problem alias pertanyaan yang diajukan oleh anak didik ke kita dalam PBM. Dan tujuan pembelajaran yang telah kita tetapkan dapat tercapai sesuai target dengan hasil yang memuaskan.

Ketiga, penguasaan kepada peserta didik. Maksud ‘penguasaan’ di sini adalah sebagai seorang guru profesional, kita harus mampu mengetahui masing-masing karakter para peserta didik. Sehingga kita bisa mengetahui apa yang mereka inginkan ketika telah berada di dalam kelas sewaktu mengikuti PBM. Mungkin dari cara kita mengajar, mendidik, metode belajar dan mengajar yang dilakukan, hubungan antara sesama peserta didik dan pendidik. Kita harus tahu itu. Istilahnya kita berperan sebagai orang tua kedua mereka pada saat di sekolah.

Keempat, penguasaan dalam mengelola kelas. Nah, hal ini merupakan salah satu aspek yang mungkin sering dianggap sulit bagi kita sebagai guru, utamanya nih bagi yang baru terjun dalam dunia keguruan. Alias GURU BARU… 🙂 Perlu diakui bahwa mengelola suatu kelas itu tidaklah mudah. Seorang guru profesional harus bisa mengelola kelasnya dengan baik sehingga PBM berjalan dengan sukses. Dengan membuat kelas menjadi kelas yang nyaman untuk belajar dan mengajar, adanya partisipasi peserta didik dan pendidik yang saling memenuhi satu sama lain. Hingga akhirnya tercipta lingkungan belajar yang menyenangkan.

Bagaimana cara mempertahankan predikat GURU PROFESIONAL di dalam diri kita?
Ketika kita telah dikatakan sebagai GURU PROFESIONAL, tentunya ada hal-hal yang harus terus-menerus kita lakukan untuk tetap menjaga keeksistensian predikat tersebut. Karena hal tersebut bisa saja ‘lepas’ dari diri kita. *gak mau donk… turun pamor… 😦
Makanya, SEMANGAT!!! 🙂
Lanjut, olehnya itu, kita sebagai seorang guru, menjadi seorang guru profesional bukan berarti harus berhenti belajar. Malah sebaliknya, dengan begitu, kita dituntut untuk terus belajar, belajar, dan belajar dalam rangka meningkatkan kemampuan kita sebagai seorang guru profesional. Sehingga, kita dapat mengetahui perkembangan-perkembangan apa saja yang muncul seiring kemajuan zaman. Ingat, dunia pendidikan tidak berjalan statis, tapi bersifat dinamis.

Last,
Bagi kita sebagai calon guru ataupun telah menjadi guru, bahkan telah menjadi guru profesional *wahh…congrat.congrat… ^^ Uhuhuuhuyyy…
ada baiknya tetaplah bereksplorasi akan kemampuan yang dimiliki dan mari kita tingkatkan keprofesionalan kita sebagai seorang guru untuk menciptakan peserta didik yang memiliki kompeten dan kemampuan yang handal agar mampu beradaptasi dan bersaing di masa depan. Utamanya menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki excellent human resource… AMIN YA RABB…
SEMANGAT!!! INDONESIA BISA!!! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s