Agar Guru yang Kecil Tidak Dianggap Remeh


Berhubung artikel ini sangat menarik bagi saya. *Tahu sendiri kan bagaimana kecilnya saya 😀 Jadi, saya akan mensharenya kepada Anda sekalian *bagi yang merasa kecil. 🙂
*saya sengaja menganggap ‘kecil’ karena kurang menyukai kata ‘pendek’ itu sendiri. Lebih baik saya dibilangi kecil daripada pendek. Karena kenapa? Ya, di mata saya, KECIL itu berkonotasi lebih tinggi dibanding PENDEK. 🙂

Betapa kecilnya Ningning ini... :p

Lagi lagi. Artikel ini adalah artikel pengembangan yang Nining lakukan sendiri berdasarkan hasil tanya jawab pada Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran.

Postur tubuh seorang pendidik sering kali menjadi salah satu bahan perhatian bagi para peserta didik. Entah itu pendidik yang berjenis kelamin pria ataupun wanita. Para peserta didik selalu saja menilai kondisi fisik dari para pendidik. Hal ini tidak dapat dihindari karena kenyataannya demikian. *Nining juga seorang peserta didik lho dan calon pendidik. 😀

Cara agar kita (yang kecil) ketika menjadi pendidik tidak dianggap remeh dan dipandang rendah sama peserta didik, yaitu:

  1. Kita harus menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan. Biar body kita sebesar apapun kalau tidak menguasai materi, sama saja hasilnya. Kita akan diunderstimate oleh peserta didik. Nah lo!
  2. Setelah menguasai materi, kita keraskan suara kita. Percuma kuasai materi jika suara kita kecil. Pasti peserta didik akan sangat tidak tertarik dan muncul sikap-sikap mereka yang tidak diinginkan oleh kita.
  3. Setiap pendidik harus belajar mengelola kelas dengan baik. Bagaimana caranya menghandle peserta didik sehingga aktif di dalam kelas, membuat kelas menjadi nyaman, tidak seperti berada dalam tekanan, membuat peserta didik lebih tertarik mengikuti mata pelajaran.
Baiklah. 
So, bagi Anda yang merasa kecil. Jangan takut. Ada KUNCInya… 🙂
Semangat!!!
Advertisements

10 thoughts on “Agar Guru yang Kecil Tidak Dianggap Remeh

  1. Ahihi, adik ku yang mungil ini…. calon guru euy! aku tambahkan sedikit tips ya ning, ini di luar makul Bel-Pembel sih. kalo soal suara, mengencangkannya bukan dengan teriak ya, cape sendiri ntar, tapi dengan suara yang nafasnya dikeluarkan dari perut. dijamin tahan lama and suara bisa menjangkau semua sisi ruangan. caranya, biasain latihan pernafasan perut lalu bersuara dengan tekanan udara dari perut. hampir kaya latian vocal teater gitu deh 😛

    Soal class management, yup betul banget. dan hal yang mesti dibangun adalah wibawa. dimulai dengan penguasaan materi, dengan menguasai materi, kita sudah siap untuk menunjukkan kompentensi dalam mengajarkan materi di depan siswa. aduh kok panjang banget ya, ntar malah jadi kuliah lagi, padahal dah bosen ni ngajar kampus, pengen cepet libur. wkwkwkwkwkwk,,,,,

    Good luck ya, ning. Oya, Met PPL ya, udah deket kan waktunya? 😀

  2. Kayaknya trik di atas memang harus dikuasai para pengajar apa pun ‘bentuknya’. Emang kalo guru yang berbodi proporsional boleh gak menguasai materi hihihi…
    Salam kenal dari sesama mahluk kecil 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s