Campur-Campur Tidak Jelas


Malam semakin larut, mata sudah mau tertutup. Maklum, menulisnya antara sadar dan tidak sadar. Berhenti sejenak memejamkan mata, entah ini namanya tidur atau mencari inspirasi untuk tulisan kali ini. Semenit, dua menit, tiga menit. Tertidur. Kemudian terbangun karena suara adik yang memanggil, “Ning, masih ada kuenya?” Tanpa suara, menggelengkan kepala. Habis. Telah dimakan oleh saya tentunya. Maaf ya, dek!

Sekarang. Apalagi yang mau diketik?
Apalagi yang mau dibahas?
Pikiran ini masih berDILEMA, berkecamuk di dalam jiwa dan raga.

Malam ini dingin sekali. Mmm… Bukan cuma malam ini saja sih, sudah beberapa hari seperti ini. Udara dingin, udara dingin, udara dingin, sungguh sangat dingin. Membuat ingin bergegas ke tempat tidur, kemudian membiarkan selimut merangkul semua raga dan saya pun akan tertidur lelap.

Tulisan di malam hari yang penuh ketenangan, tapi tidak stabil. Yang penuh cerita, tapi semua curhatan. Yang penuh semangat, tapi sebetulnya mengantuk.

Allah, hamba butuh Engkau ini malam… 😥
Maaf untuk niat meninggalkan perintahMu…

Air mataku mulai mengalir di pipiku
Iya. Karena mata saya telah mengantuk…
Jadi, mari kita tidur… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s