Ketika Hujan Turun


Tanggal 26 Juni 2011

Akhir-akhir ini, Kota Baubau diguyur hujan terus-menerus. Tak tanggung-tanggung, dari pagi hingga menjelang pagi lagi. Dan cuaca hari ini membuat Nining ingin suasana pagi yang cerah lagi. Jadi ingin melihat matahari lagi. Jadi ingin merasakan panasnya Baubau lagi.

Kalau yang berkenderaan roda empat, tentu saja hujan bukan menjadi kendala yang berarti. Tapi, bagi yang berkenderaan roda dua dan yang berjalan kaki. Tentu, ini menimbulkan sedikit kekhawatiran bagi mereka. Ketika dalam perjalanan ke suatu tempat, tiba-tiba turun hujan, mereka harus segera mencari tempat berteduh.
Sebenarnya ada dua pilihan yang bisa mereka pilih. Berani menorobos hujan atau mencari tempat berteduh?
Tapi, kalau Nining, lebih baik mencari tempat berteduh. Menunggu hujan reda.

Sebenarnya bisa saja kita ‘menerobos’ hujan, asalkan kita membawa mantel ataupun payung. Kalaupun tidak, ya pilihan kedua lebih baik. Seperti mereka.

Mereka yang Ning lihat dari balik jendela kamar ketika turun hujan. Berteduh untuk waktu yang tidak menentu. Satu menit, lima menit, tiga puluh menit, bahkan satu jam pun mereka tak akan tahu sampai kapan harus berdiri, harus menunggu hingga akhirnya bisa melanjutkan perjalanan mereka.

Bersamaan dengan itu, Nining mengira hanya dua orang saja yang berteduh di teras rumah Nining. Ketika melihat keadaan di bagian pinggir jendela, ada seorang ibu penjual sayur. Dia duduk bersama talam sayurnya. Sepertinya ada dua ikat bayam yang mungkin belum laku terjual. Ibu itu harus menunggu hujan reda sambil memikirkan kapan dia harus berada di sini terus. “Bagaimana dengan anak-anakku di rumah. Ini sudah siang. Pasti belum makan.” Mungkin saja begitu. Ya, walaupun belum pasti tepat seperti yang dipikirkan oleh ibu itu.

Eh, ada sekelompok anak muda lewat. Mereka berani basah-basahan. Sepertinya mereka mau mandi hujan di tengah jalan. Tidak tampak rasa was-was ataupun susah di wajah mereka. Dengan santainya mereka menikmati hujan dengan berkendara ria.

Itulah sebagian tingkah laku manusia ketika hujan tiba. Dengan berbagai kepentingan masing-masing, mereka tahu apa yang harus dilakukan di luar sana ketika hujan.

niningsyafitri

Advertisements

3 thoughts on “Ketika Hujan Turun

  1. wahhh insya Allah hujan berkah ya….

    mbak ditunggu kunjungannya di blog adsense ane : http://belajarsuccess.blogspot.com
    “jgn lupa tonjok adsense ane ya, iklan nya di buka yah–itung2 nambah pundi2 dollar ane, dan klo memang mau jd rekan aNe, setiap hr sy akan sempatkan dateng, itung2 saling menguntungkan, iya kan???
    silahkan titip comment sj di blog http://belajarsuccess.blogspot.com, dan link nya akan sy taruh di blog ane sbg link kawan{akan sy kunjungi tiap hari}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s