Fenomena ‘Nomor Kesasar’


sumber: google

Apakah Anda pernah mengalami kejadian ‘nomor kesasar’ di handphone Anda sendiri?
Ketika nomor baru masuk dan dengan SKSDnya si penelepon menanyakan nama, tempat tinggal, status, masih sekolah/kuliah atau sudah kerja, tanpa kita tahu yang sedang menelpon ini siapa? Mengapa sampai menelpon ke kita? #aneh.

Ada beberapa alasan yang sering, entah itu dari teman-teman atau saya sendiri ketika mengalami kejadian tersebut, dikemukakan oleh si penelepon kesasar itu kepada si penerima (kita).  Contohnya:

– “Saya tahu nomor kamu karena pernah missedcall ke nomor saya.”
*Padahal tidak merasa me-missedcall ‘nomor kesasar’ itu. -____-“

– “Nomor ini saya lihat sudah ada di daftar contact handphone saya.”
*Bukan urusan saya… :p Mana saya tahu… Kamu siapa, saya siapa? -__-“

Well, kejadian ini mungkin sudah lazim terjadi. Ada orang yang cuek dengan masalah ini hingga tidak mempedulikan nomor kesasar itu dan selesai. Stuck di situ saja, seperti tidak terjadi apa-apa. Nggak neko-neko. Langsung stop to be continued. Hehehe…

Ada juga orang yang mempedulikan nomor kesasar ini, dilanjutkan dengan SMSan, telponan, hingga akhirnya janjian untuk ketemu. Nah, di saat kopi darat itulah satu sama lain bertemu. Dagdigdug juga karena penasaran dengan wujud si penelepon kesasar itu seperti apa, apakah yang seperti diinginkan atau tidak, sesuaikah dia dengan suaranya, entahlah. Moment ketemuan itu adalah saat pembuktian kenyataan yang ada. 😀

Seperti teman sekantor saya alami beberapa minggu lalu. Teman saya seorang perempuan, kita anggap saja namanya A, dan si cowok nomor kesasar itu B. Tepatnya tanggal 5 September kemarin fenomena ‘nomor kesasar’ itu terjadi, si A menanyakan alasan kenapa si B menelepon, dan jawabannya seperti di atas tadi, karena nomornya si A pernah memissed call si B. Padahal si A tidak merasa begitu. Hmmm… Aneh. #thinking…  Beberapa hari si A tidak mempedulikan nomor itu, tapi kemudian si A mulai ada perhatian dengan si B itu. Dengan kata lain, mulai mengangkat telepon dari si B. Yaaa, cuma sekedar kenalan sih. Nah, tidak lama kemudian si B mengajak untuk ketemuan. Antara mau dan tidak mau ketemuan nih. Hiihihi… Tapi, akhirnya ketemuan juga. Dan tahu? Yang ketemuan dengan si B bukan cuma si A saja, tapi dengan teman-teman sekantornya juga, kami berlima. Sempat ada yang bilang di antara kami kalau seumpama orang yang punya nomor kesasar itu buru-buru mau ketemuan, biasanya orangnya ‘amburadul’. *Jeglek. Si teman juga menyarankan sama si A kalau untuk ketemuan bilang sama si B kalau si A memakai baju yang berbeda dari yang sebenarnya. Hahaha… Untuk antisipasi kali ya kalau orangnya ‘amburadul’. 😀 Soalnya teman yang menyarankan rencana itu pernah mengalami kejadian seperti ini dan hasilnya kurang memuaskan. Tau kan alasannya mengapa.

Alhasil, rencana dan saran itu tidak jadi. Malah langsung ketemuan dan syukuran si B itu ‘lumayan’ juga. Dan kita berlima pun berkenalan dengan si B. Hahaha…

Wah. Wah. Wah. Sepertinya teman saya ini beruntung berkenalan dengan si pemilik nomor kesasar itu. Sekarang, saya tidak tahu lagi bagaimana kelanjutan hubungan mereka, apakah masih menjadi teman atau sudah menjadi lebih dari teman. Entahlah. Hehehe…

Oh, iya. Fenomena ‘Nomor Kesasar’ itu jangan dianggap remeh lho. Bahkan bisa-bisa hubungannya lanjut ke pelaminan, seperti keluarga dari teman saya beberapa tahun lalu. Malah sekarang sudah memiliki anak. Ya, seperti itulah. Aneh, tapi bisa terjadi. Nothing is impossible. Hidup tak bisa ditebak. Bisa saja kenyataan yang terjadi di luar ekspektasi. *jiaaah, gaya bahasamu, Ning. Sok. Sok. -___-“

Advertisements

8 thoughts on “Fenomena ‘Nomor Kesasar’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s