Only a Hope for Future


Sebelumnya, “Assalamu’alaikum.” 🙂

Kemarin Amel memberikan invitation via commentnya di salah satu artikel saya. Langsung ke TKP. Benar, ada GiveAway. Asyikkk, tetangga lagi ngadain GA. Semoga saya menjadi salah satu pemenangnya. AMinnnn… 🙂 Dan kali ini saya ikut GA kategori 2. Pertama baca postingan yang random, saya SHOCKED skali. Dapat judul tentang ‘masa depan’. *Kyaaa… >.< Judulnya “Pingin Punya Suami yang Pintar Mengaji” Mau tahu isinya seperti apa? Bisa klik di sini.

source: http://banghas.wordpress.com/

Ouke. Mmmm. Sebenarnya saya juga sempat ragu untuk memberikan apa ya? Bisa dibilang sejenis komentarlah terhadap artikel Amel itu. Iya, soalnya berbicara masalah JODOH (lagi) setelah sebelumnya membahas di sini. Hehehe…

Menurut artikel yang saya baca, Amel sudah lama bercita-cita memiliki tipe suami yang pintar mengaji. Kalau saya? Wew, belum terpikirkan mau seperti apa suami saya nanti. Cuma yang jelas, dia ‘baik’lah. Bisa diterima oleh keluarga.

Sebenarnya, memang wajar kalau wanita itu mengidamkan suami tipe tersebut. Khususnya Amel ataupun saya. Hehehehe… Kalau ada yang baik, kenapa harus memilih yang tidak baik? Tapi, balik ke diri kita masing-masing dulu. Seperti apa yang dibilang Amel, kita harus baik dulu untuk mendapatkan suami yang baik pula. *Ingat chattingan saya bersama Rian membahas masalah jodoh. Apa yang dia bilang sama persis seperti yang Amel tulis di postingannya. Spontan, airmata saya keluar. Tidak tahu bisikan dari mana hingga menghasut saya untuk mengeluarkan airmata.  -___-” *cengengnyaaaaa…

Di saat inilah, saat-saat lagi menggalau, H2C, dan menebak-nebak akan seperti apa kita ke depannya. Tentang karir dan jodoh yang tidak bisa dipisahkan dari sekitar kita. Terkadang kita menginginkan suami yang tipenya seperti apa yang kita inginkan. Pintar mengaji, misalnya. Tujuannya apa? Ya, agar kita berdua bisa mendidik anak-anak dengan siraman religius sehingga menjadi anak yang saleh dan berbakti. Insya Allah.

Bisa dibayangkan, betapa bahagianya memiliki rumah tangga seperti itu. Seindah apa yang kita bayangkan. Namun, kita tidak bisa lepas dari kenyataan yang terkadang harus berbeda atau di luar ekspektasi kita. Semua bisa saja terjadi, nothing is impossible. Allah bisa saja membelokkan kita ke tempat yang tidak sesuai dengan harapan-harapan indah kita saat masih berstatus SINGLE. Yang tadinya ingin yang alim, dapatnya yang tidak alim, suka minum-minuman keras. Yang tadinya ingin yang romantis, dapatnya yang kurang romantis, dan so on. Kadang seperti itu kehidupan ya? Hmmm… Walaupun demikian, saya yakin Allah tidak pernah salah dalam memutuskan keputusanNya. Mungkin dari diri kita sendiri harus lebih mengintropeksi diri dengan apa yang telah kita lakukan selama ini hingga akhirnya perlahan-lahan kita dan pasangan bisa saling mengisi satu sama lain tanpa mempermasalahkan kekurangan yang dimiliki.  Terakhir, izinkan saya mengutip kata-katamu ya, Mel. “Semoga Allah menjodohkan saya dengan orang yang baik menurutNya. Amin.” *Swear, this quotation is very touching me. :’)

*Insya Allah… 🙂

“Tulisan ini diikutkan Giveaway Suka-suka Dunia Pagi

Advertisements

17 thoughts on “Only a Hope for Future

  1. Amin…. ^___^
    ciee yang udah jadi postingan GA untuk kategori 2 nya.. saya malah belum dapat postingan yang klop nih -__- capek daritadi klik link random melulu..hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s