Our Youth


source pic: http://netsains.com/

Masa muda. Nggg… Masa muda itu seperti apa sih? Bagaimana wujudnya? Barang ya?
*aduh, rupanya saya ngawur lagi nih. Maaf, readers… 🙂

Menulis topik tentang Masa Muda ini terinpirasi oleh seorang teman yang kemarin pagi berSMSan ria dengan saya. Kebetulan pendapat yang dia kemukakan bertolak belakang dengan pikiran saya. Sempat bilang trima kasih karena perbedaan pendapatnya. Soalnya bisa dijadikan bahan tulisan lagi di sini. 🙂

Intinya, di dalam SMS kita itu berbicara tentang cinta dan prinsip. Salah satu isi dari SMS yang dikirimkannya ke saya, bilangnya begini, “Hanya ada juga yang bilang, jangan sia-siain masa muda. Hehehe…. Cari pengalamanlah dalam hal percintaan. Soalnya dunia percintaan itu rumit banget.

Pernyataan yang dikemukakan sih saya setuju-setuju aja. Masa muda memang jangan disia-siakan. Sebaiknya kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif, siapatahu bisa berguna bagi orang lain. Contohnya? Ngeblog, sharing pengalaman. Tentunya kita menulis kan. Kita produktif lagi donk. Setidaknya kita punya karya yang bisa dibaca banyak orang lewat blog. *Contoh ngawur. 😀

Saya pun langsung membalas SMS tersebut:
Walaupun cari pengalaman, tapi seenggaknya, gak harus pengalaman dalam dunia percintaan kan? Masa muda sih masa muda. Harus dimanfaatkan dengan baik-baik. Kegiatan positif tentunya. Oke?

Pernah, saya menulis status tentang masa muda gitu. Kalau nda salah Status saya seperti ini: “Harus pintar lihat celah. Manfaatkan masa muda dengan baik. Insya Allah bisa!!! AMIN.”

Hehehe… Komentarnya asyik-asyik euy. Pokoknya kita semangat!!! Punya tujuan jelas. Supaya gak ‘belok kiri-kanan’. Focus on main destination. 🙂 Insya Allah it’s achieved yang penting seriously.

Sambung ya… Balik ke isi SMS tadi. *yang diBOLD itu.
Menurut pandangan subjektif saya. Pengalaman dalam dunia percintaan. Ngggg, dengan cara apa kita bisa mendapatkan pengalaman di bidang itu?
Mengalaminya?
Tandanya? Harus pacaran dengan beberapa orang yang berbeda? Gitu? Hehehe… *Nyerah dah kalau mau harus begitu caranya. Saya kurang setuju. Apalagi yang berhubungan dengan perasaan. Busyeettt, ampun dah. Saya mah, mungkin untuk mendapatkan pengalaman (yang lebih banyak) tentang lope-lope, hanya menjadi a good listener dari sobat-sobat yang lagi curhat tentang pacarnya ke saya. Tentang hubungan mereka, entah itu masih baik-baik saja atau tidak baik-baik saja. Dari situ saya biasanya mendengarkan saja dan kadang juga ngasih solusi *walaupun saya sendiri belum punya banyak pengalaman tentang itu. 😀 Kan masih ‘under age‘. Hihihihi…

*Teringat sama SMS sahabat saya tadi sore euy mengenai pengalaman.
Kita tidak akan pernah tahu rasanya sebelum kita mengalami sendiri. Saya bisa bilang karena sudah pernah alami. Tidak akan sama kalai tidak dialami sendiri. Masing-masing orang punya pengalaman berbeda, dari pengalaman-pengalaman itu makanya kita jadi orang yang berbeda dari orang lain, Ning. Oleh karena itu, tidak ada manusia yang karakternya sama, meskipun mirip.

Hmmm. Kembali ke topik lope-lope tadi ya.
Memang masalah cinta itu memang rumit. Semakin dewasa secara fisik, masalah itu akan semakin complicated. Dan selalu, cinta dan pekerjaan adalah dua hal yang mendominasi kehidupan manusia di usianya yang dewasa itu. Apalagi masih muda begini. Beegghh, Keras kehidupan, kawan! 😀

Advertisements

30 thoughts on “Our Youth

  1. Mbak Niing… hehehee… bikin senyum2 postingannya.. kereeen… jadi inget lagu Rhoma Irama,,, ter-la-lu.. eh.. eh.. bukan yang itu dink.. lagunya yang “masa muda… masa yang berapi-api”.. jadi mumpung masih muda yukk banyak berkaryaa..

  2. nangis seharian dikamar, gak makan gak minum mengurung diri disuatu ruangan… (menanti ajal… hahaha)

    cukup sekali bercinta. itu hanya dengan istri tercinta… hehe karena kata bercinta itu digunakan untuk ‘melakukannya…’ oleh sebagian orang yang saya kenal. jadi, saya ikut-ikutan aja deh.

  3. Semakin bertambah usia seseorang seharusnya ia makin matang dalam berpikir termasuk urusan cinta. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya untuk urusan cinta orang menjadi lebih banyak berpikir ketika mencari pasangan tetap dengan kriteria2 yang ditetapkan saat masih muda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s