BlueScreen oh BlueScreen


Hmmm…
Tidak bisa OL
Si Toshi benar-benar sakit.
Ada BlueScreen di dadanya. Eh, maksudnya lagi mengalami BlueScreen.
Seddddddiiihhh… TT

Harus ke klinik lagi. Harus dibawa lagi.Segera. Si Toshi sudah seperti belahan jiwa saya. Dia sudah menyatu dengan diri saya. Dia pacar saya. Tanpa dia, saya tidak tahu apa-apa. Saya tidak bisa berhubungan dengan dunia luar. Dia yang memfasilitasi saya untuk mengenal blogger semua, membantu saya mengerjakan tugas-tugas yang bejibun banyaknya. He is a part of my life now. Walaupun dia kadang menyusahkan saya dikarenakan beratnya yang bisa membuat badan saya pegal-pegal kalau harus jalan bersama dia seharian, tapi saya mengerti kondisinya seperti itu. Terlahir dengan ukuran 14 inchi. Ya, jadi saya siap menerima resikonya.

Yang jelas, gara-gara BlueScreen saya tidak bisa menggunakannya. TT
Benar-benar harus ke klinik (tempat service). Papa, temani… šŸ˜„
Kegiatan dan tugas menuntut saya untuk tetap terus bersama si Toshi.

Advertisements

5 thoughts on “BlueScreen oh BlueScreen

  1. Kalau saya ada bluescreen, biasanya coba masuk ke safe mode dulu, lihat log error, kalau memang tidak bisa, baru bongkar, kalau juga tidak bisa, ya baru dimasukkan bengkel :D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s