Review Book ala Ningning: Dalam Pelukan Sang Guru


Hei hei. Jumpa lagi dalam postingan kali ini.
Akhirnya saya punya kesempatan lagi untuk menulis, teman-teman. Alhamdulillah. Semoga saya bisa BW dan kembali eksis di dunia perbloggingan. Amin amin amin. #ngareppp…

Oke. Kali ini saya mau bercerita tentang sebuah buku. Lebih tepatnya tentang Kumpulan Cerita Pendek. Ini bukan buku saya, tapi milik Pak Dosen. Beliau meminjamkannya untuk saya baca. Katanya baru saja dikirimi oleh-oleh buku dari sahabatnya di Jawa. Kebetulan ada buku Kumcer, dia langsung meminjamkannya ke saya… Aduhh, Pak… Trima kasih.

Buku ini udah dari bulan Maret kemarin ada di Nining. Udah dibaca, mau direview tapi gak sempat-sempat. Biasalah, sok sibuk sayanya. Iya, ceritanya, habis ngereview ini, saya mau mengembalikannya ke P’Dosen. Udah lama nih buku bertengger di rumah. Nanti P’Dosen nyari lagi. Hehehe…

Dalam Pelukan Sang Guru

Judul Buku: Kumpulan Cerita Pendek, Dalam Pelukan Sang Guru.
Pengarang: H. Shobir Poer dkk
Tebal Buku: xii+142 halaman
Penerbit: Q Publisher

Pertama kali memegang buku ini, saya mengamati covernya terlebih dahulu. Terlihat seperti gambar abstrak tapi sarat makna. Lihat saja ada seperti goresan tinta putih berbentuk mesjid di sebelah kiri buku. Dari luarnya saja saya sudah menduga kalau memang buku ini penuh dengan kandungan pesan moral untuk kita.

Berisi tentang 21 cerita pendek di dalamnya dengan beragam cerita yang ditulis oleh 9 cerpenis. Mereka adalah H. Shobir Poer, Toto Dartoyo, Agam Pamungkas, Zaenal Radar T., Mahan Jamil Hudani, Ivekina, Arfan Kelana, Emi Priyanti, dan Insan Purnama.

Menurut saya, cerita-cerita yang dihadirkan dalam buku ini seakan mengingatkan kita untuk selalu ingat kepada Sang Pencipta di setiap langkah yang kita tempuh karena memang ya pada dasarnya kita tidak akan pernah lepas dari Dia. Segala bentuk kesempurnaan itu hanyalah milik Allah, kita hanya bisa bersyukur atas apa yang telah diberikanNya kepada kita dengan tetap menjalankan apa yang diperintahkan.
*Hmm… Masih terlalu banyak dosa yang saya lakukan, Allah. (T.T)

Ada sebuah kutipan dari kumcer ini yang saya rasa isinya menarik. Mau baca? 🙂
“Tapi kenapa banyak orang menderita justru karena cinta?”
“Itu karena mereka mencintai sesuatu bukan karena Allah. Sesungguhnya hakikat cinta adalah keindahan. Jika kau mencintai sesuatu karenaNya, maka dalam keadaan gundah pun kau akan tetap merasakan indah. Sakit dan derita justru akan menjadikan rasa makin sempurna.” (Hal. 80; Dekapan Sayap Cinta Sang Guru; Mahan Jamil Hudani)

Yaah, lagi lagi tentang cinta yang dibahas si Nining. Gak apa-apa ya, teman-teman.
Tapi, ini bukan berarti semua isinya tentang dunia percintaan ya. Isinya beragam kok. Kebetulan aja dapat kutipan tentang lope-lope. Hehehe…

Oke. Oke. I think it’s enough untuk bercerita isi buku ini.
Trima kasih ya, P’Dosen atas pinjaman bukunya… 🙂
Bermanfaat… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s