Mendadak Demam


Yang seharusnya minggu-minggu ini saya harus dinyatakan sehat karena banyaknya kegiatan yang mesti dilakuin, alias saya kali ya yang sok sibuk. Ngeeekkk… Akhirnya divonis sakit. DEMAM. PILEK. dan BATUK.
Tiga hari yang lalu saya kena. Dan hari itu juga ke dokter. Kejadiannya juga gak ditahu kenapa bisa. Baru bangun siang, sekitaran jam 4-an, kok badan saya panas ya? Di situ saya udah mulai rasa gak enak.

Tiba di tempat praktik dokter, list saya udah hampir penuh karena berobat terus. Sakit terus. Di bulan April, ada dua kali saya ke dokter. Dengan keluhan yang sama. FLU dan BATUK. Paling sering. Penyakit zaman SMA gak ilang-ilang. -___-
Haduh, yang namanya hidung tersumbat, kalau udah malam, gak enak dah. Kalau gak sabar, malah pengen teriak. “Woe, sa mau bernapas baik-baik. Jangan halangi saya dengan hidung tersumbat ini.” Tapi, gak seinstan, setelah berteriak langsung sembuh. Gak. Semua itu punya proses. Jadi harus bersabar.

Berat badan saya pun ikut turun, kemarin sempat naik 44 kg, eh pas ditimbang jadi 42 kg. Trus, kata teman-teman, saya agak kurusan. Keliatan banget kalau lagi sakit. Pas dibilang kurus, saya malah senyum bahagia. Eh, mereka pada sewot. Gak setuju dengan senyuman bahagiaku itu. Hihihi.
Yaaa, saya sih santai – santai saja. Kurus sih kurus. Bagus malah. Daripada gemuk. Wew….
Udah tiga hari nih saya masih berstatus SICK. Tapi tadi udah makalincah lagi di kampus. Mondar-mandir di kampus. Bawa tas jugaa, isinya bukan buku catatan sama pulpen toh. Yang cuma berapa ons doank, tapi isinya kiloan kali ya. BERAT. Rasanya mau encok. *Yeee, salah sendiri. Kenapa bawa yang berat-berat.
Bawaannya berat karena ada NBnya. Kecil sih NBnya tapi bisa mempengaruhi berat sebuah tas. Belum lagi ngangkat-ngangkat infokus. Fortunately, ada teman saya yang mau bantu, thanks ya Arien dan Bambang. 🙂

Dari pagi jam 8 udah start dari rumah ke kampus. Mau ngajar B.Inggris di anak FKIP Ekonomi, Semester 2. Sebetulnya badan masih belum terlalu fit, tapi gak apa-apalah. Saya masuk saja. Kasian mahasiswanya. Udah pada nungguin. Pasti pada ngomel-ngomel kalau gak masuk. Kita aja begitu. Hehehe. Iya… Ongkos dari rumah ke kampus tawwa… Kan tidak berharga itu… Dua ribu rupiah (via angkot), tiga ribu rupiah (via ojek jarak dekat) dan lima ribu rupiah (via ojek jarak jauh). Bisa makan juga itu kasian satu hari.
Kk Niar juga, sebagai partner ngajar, izin ngajar. Ya udah, saya sendirian saja ngajarnya. Capek sih capek, tapi menyenangkan. Saya menikmatinya kok. 🙂 Ini hari masuk dua kelas. Lumayan… Begini ya rasanya kalau jadi tenaga pengajar. Bisa dirasakan, jadi mahasiswa dan jadi pengajar. Sama-sama susah sih sebenarnya. Tapi, kalau dinikmati, ya kita enjoy-enjoy saja. Untuk apa ngeluh-ngeluh. Hidup ini cuma sekali. Nikmati saja apapun yang terjadi.

So, cukup di sini postingan saya. Masih dengan hidung tersumbat saya. Akhirnya dari Jalan Anoa, Kadolomoko, Baubau, saya ucapkan BUBYE… Nanti berjumpa lagi di postingan berikutnya. Semoga kondisi saya udah baikan. Mohon do’anya ya.
Kesehatan itu tidak ternilai harganya ee… MAHHHAALLL…
Hmmm. SEMANGAT!!!

Advertisements

2 thoughts on “Mendadak Demam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s