I’m Galau


Hmmm. Malam, reader.
Cuma mau nulis-nulis aja. Yang mau baca, silahkan, yang gak mau baca juga, silahkan. Langsung aja ditutup blog saya. Soalnya ini tentang perasaan saya yang lagi galau. Penyakit anak muda sekarang. Heran sayanya. Kenapa nanti sekarang-sekarang tuh istilah pada populer. Perasaan, kemarin-kemarin gak booming amat.

Well, dimulai dari mana ya? Bingung sendiri sayanya.
Hmm, sebagian orang paling anti memberitahukan apa yang dirasakannya lewat dunia maya atau jejaring sosial. Mereka gak mau ditahu sama publik. Apa yang terjadi sama mereka, bikin apa, dengan siapa, di mana. Istilahnya, gak mau dipublikasi. Nah, saya. Sedikit-sedikit update status di Facebook, Twitter, atau gak nulis di blog. Gak tahu ya, udah memang dari kemarin-kemarin sayanya kayak gini. Sesak banget kalau gak dikeluarin dengan sebuah tulisan. Ya, terserah sih orang mau bilang apa. Ini loh, diri saya. Nining Syafitri. Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada. 🙂 Yang penting kan, saya agak sedikit tahu sama aturan di sekitar. *Jiaah, gaya lo, Ning.

Hmmm. Baru aja ‘perang’ sama orang. Sebenarnya mau nulis pake English, soalnya gimana ya, kalau masalah perasaan, saya sedikit anti make bahasa Indonesia. Bukan gengsi karena English lebih keren ketimbang Bahasa, tapi biar ada yang gak tahu apa maksudnya. 😀 Terutama orang-orang tertentu. HMB… Hehehe…

Tapi, yo wes lah. Saya lagi gak mood berInggris-Inggris ria malam ini.
Pengaruh nih.

Menjalani hubungan dalam status pacaran, berarti harus siap dengan segala konsekuensinya. SENANG, BAHAGIA, SEDIH, MARAH, CEMBURU, PATAH HATI dan GALAU. Banyak hal yang akan dilewati berdua. Jatuh bangun pun mesti dilewati. Capek juga kalau dirasa-rasa. Tapi yaa mau bagaimana lagi kalau gak begitu. Makanya mau pacaran. Coba gak. Pasti bisa diminimalisir. Hehehe…

Seperti yang ditulis Raditya Dika di Buku Marmut Merah Jambunya,
“Tidak seperti burung lovebirds, manusia adalah spesies yang aneh. Kebanyakan dari kita pasti pernah ngerasain putus, dan semakin banyak kita pacaran, semakin banyak kita ngerasain putus. Pacaran pada dasarnya punya risiko: ngambek, marah, dan akhirnya diselingkuhi, dan patah hati. Tapi kita, sebagai manusia tetep aja masih mau pacaran. Karena kita, seperti belalang, tahu bahwa untuk mencintai seseorang butuh keberanian.”

Jeglek… Speechless waktu ngebaca tuh kata-kata. Wuuuuhhh, saya elus dada aja deh.
Yang tadinya kalau malam diSMS, diteleponin, sekarang HPnya sepi. Gak ada kehidupan sama sekali. Huaaaa, sengsara banget. Nggg, gak juga sih. Yang pada intinya, kalau cari kesibukan pasti lupa sama yang itu. Move on donk! Mesti… Seperti Ariel bilang dalam Menghapus Jejakmu, “Terus melangkah melupakanmu. Engkau bukanlah segalaku. Bukan tempat tuk hentikan langkahku. Usai sudah semua berlalu, biar hujan menghapus jejakmu.”

Yang pada intinya, malam ini, BISA GALAU, tapi GAK BOLEH TERLALU LARUT.
Rugi di orang yang galau donk. Mmmm, misalnya saya. 😀 *Apa sih?
Dan yang lebih jelasnya, semoga ini sudah jalan Allah untuk kebaikan bersama.
Saya juga sebenarnya udah capek. Apakah kalian tidak pernah merasakan, kalau perasaan ini di UP dan DOWN. Tarik ulur. *kyk tali aja. -__-” Terus menerus. Capek kan? Mending, kalau mau saling meninggalkan, sekalian aja. Gak usah pake acara nyambung-nyambung segala. Tapi yaa, semuanya kembali ke individunya. Sapatau masih ada yang saling sayang. Cieeee… Selamat deh.

Lumayan rumit mengguluti dunia lope-lope ini yah? Complicated. Dewasa itu kerjaannya galau mlulu. Coba kalau anak kecil. Pasti gak kenal istilah GALAU. -__-‘ Saya mau gabung aja sama mereka dah.

Daritadi, liat HP, mana yang mau SMSan nih? Gak ada. Huihhh. Resiko. Hidup itu adalah pilihan. Semoga saja ini sudah benerannya. Gak ada lagi SMS dan telepon berikutnya dari ‘orang’ yang geje. 😀 Supaya saya juga gak capek.

Yaaaa, bahagialah kamu dengan caramu sendiri dan saya pun demikian. Bahagia dengan cara kita sendiri. Saya di sini dan kamu di sana. 🙂
Di lain kesempatan kita ketemu lagi ya.
Allah, hati ini telah tegar untuk menerima segala konsekuensi yang telah ditetapkan. Tolong temani saya, Allah… Genggam tanganku dan jangan pernah lepaskan. Saya mau bahagia dengan caraMu. 🙂
Amin ya Rabb.

*Lumayan juga curcolnya. Ya udah, sampai di sini dulu cerita nyampah saya. Semoga gak ada yang muntah waktu ngebaca nih artikel galau. 😀
Semoga yang tertuju dapat membaca dengan seksama.
Semoga semuanya akan baik-baik saja.
Semoga Allah memberikan kebahagiaan bagi kita semua. Tentunya, kita imbangi dengan ketakwaaan kita kepadaNya. 🙂 Amin.

Advertisements

4 thoughts on “I’m Galau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s