Imajinasi vs. Realita


Ketika imajinasi harus bertentangan dengan dunia realita. Haruskah melawan?

Memang benar, benar sekali, dan sangat benar. Sudah sering terngiang di telinga kita kalau Manusia itu hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan semua. Segala alur kehidupan kita akan di bawah kendaliNya. Dan kita, just a human. Mau berbuat apa sih kita kalau Tuhan sudah menunjukkan jalanNya? “Ini loh jalanmu!”. Yang pada dasarnya, itu bukanlah imajinasi yang terbentuk dalam benak kita. Bukan sebuah perencanaan yang udah mentok kita susun dan simpan baik-baik yang pada akhirnya gak bisa diubrak-abrik sama siapa saja. Alhasil, ternyata Tuhan mengubah semuanya. Mau ngelawan? Gak kan. Sekuat apa sih tenaga kita untuk mengubah takdir?

Yaaa, satu-satunya jalan sih, MENGHADAPI dan MENGIKHLASKAN segalanya yang telah terjadi dan akan terjadi pada diri kita sendiri. Mau lari? Sampai di mana kita berlari kalau pada akhirnya kita akan berhenti berlari. Dunia ini tak berujung, reader. Satu hal, kita harus YAKIN akan HAL YANG LEBIH BAIK ESOK HARI.

Jadi ingat nasehat dari dosen saya, SEMUA BUTUH PERENCANAAN. Trus saya balik tanya, “Kalau seumpama tidak sesuai perencanaan. Bagaimana tuh, Pak?”. Beliau menjawab, “Ya, dioptimalkan.” Wuiiih, yang pada intinya (kalau menurut saya), memang kehidupan ini banyak lika-likunya. Butuh pengorbanan mati-matian untuk tetap bertahan. Untuk tetap survive. Kemana pun kita melangkah, selalu akan ada Tuhan yang melihat kita. Setiap tindak dan tutur kata kita. Semuanya tak akan pernah lepas dari pengawasanNya. Dan sebagai umatNya, takdir kita sudah jelas berada di tanganNya. Walaupun memang, kita sudah memiliki perencanaan. Perencanaan yang benar-benar matang sekalipun. Dan ketika Tuhan berkehendak lain di luar rencana, kita harus segera mengoptimalkan apa yang telah digariskanNya, agar kita bisa menjadi orang yang sukses walau tak sesuai rencana sebelumnya. Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik buat umatNya yang selalu mengingatNya. Karena Tuhan menyayangi kita.

Allah, terima kasih untuk segala rahmat yang Engkau berikan kepada kami.

Advertisements

4 thoughts on “Imajinasi vs. Realita

  1. Assalamualaikum….
    Wah uda lama gak kesini, berapa bulan yaa?? :mrgreen:

    Semua harus berdampingan menurut saya antara Imajinasi dan Realita, sahabatkan mereka, jangan di ‘VS’ kan, 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s