Mencoba Menulis.


From here

Sudah lama tidak memunculkan diri di blog ini. Dengan sebuah tulisan dari sebuah imajinasi yang terlintas di benak secara spontanitas ataupun dari hati hanya sekedar untuk bercurhat ria tentang perasaan saya yang seperti apa saat ini.

Sudah banyak pengalaman dari hari-hari yang telah terlewati yang bisa saya ceritakan di sini. Tapi, tak pernah memiliki kesempatan waktu untuk bercerita. Tentang saya, dia, dan mereka.

Pertengahan November.
Memadatkan diri dengan segala aktivitas yang sempat menaikkan amarah terhadap orang-orang yang tidak bersalah. Semakin membuat tertekan, semakin membuat jenuh. Dengan keadaan seperti ini, saya semakin dibuat merasa bersalah atas respon spontanitas yang dibuat atas dasar kasih sayang mereka. Sungguh jenuh rasanya. Titik kesabaran hampir di ujung batas. Tak ayal, tindakan-tindakan aneh bin ajaib pun terbesit sejenak untuk diwujudkan. Hanya untuk melampiaskan emosi tak karuan. Dan untungnya, semua hal gila itu tidak terjadi. Saya enggan, saya malas. Karena ketenangan batin dan jiwa ini telah masuk ke dalam diri untuk meredamkan hati dan pikiran yang panas. Allah, maafkan saya. Saya khilaf.

Di lain sisi. Tentang kita. Masih dengan perasaan yang sama. Asal kamu dan saya percaya. Saling menguatkan dan tetap bertahan. Kita bisa melewatinya dengan baik. Insya Allah. Kamu, dengan segala sifat yang menenangkanku.

Advertisements

4 thoughts on “Mencoba Menulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s