Pandangan Pertama: Proposal Oh Proposal


google.com (PROPOSAL PENELITIAN)

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, kata “PROPOSAL” itu semakin tidak asing lagi untuk didengar. PROPOSAL ataupun SKRIPSI itu ‘sesuatu’ banget. Untuk postingan kali ini, saya akan bercerita tentang kesan saya terhadap PROPOSAL. Only Proposal. Karena kenapa? Karena sekarang ini saya lagi hangat-hangatnya menyusun proposal. Semoga bisa selesai tepat waktu. Aamiin…

Proposal oh proposal. Pertama kali saya menyadari kehadiranmu sudah mulai menghampiri ketika saya masih berstatus sebagai mahasiswa semester V. Ketika para senior berlomba mengumpulkanmu di meja dosen yang pada saat itu sedang mengajar saya dan teman-teman. Mungkin pada saat itu adalah batas waktu untuk mengumpulkan kamu ke dosen tersebut sebagai persyaratan pada mata kuliah tertentu.

Kamu rapi sekali dengan judul yang cantik dan ukuran kertas A4-mu. Tak lupa diberi sampul plastik warna kuning dengan ketebalan yang berbeda-beda dari setiap proposal yang ada. Yah, wujudmu memang seperti makalah pada umumnya. Tapi, isinya yang berbeda. Kan? Katanya, kamu itu akan digunakan sebagai kelanjutan ketika mahasiswa harus membuat skripsi penelitian. Jadi, setelah mempresentasikan isi materimu dan proposalnya disetujui, mahasiswa tersebut akan melanjutkanmu ke dalam bentuk skripsi. Wah, rupanya kamu bakalan dapat perubahan nama juga ya. 😀 Yah, sebuah kesan yang sangat menggugah selera, ingin langsung mendalami bagaimana indahnya bergelut dengan yang namanya PROPOSAL. Saat itu.

Dan kini, proposal (yang belum jadi), kesan pertama saat menyusunmu ituuu…
Kamu itu sebagai langkah awal mahasiswa untuk mencapai sebuah cita-citanya dari sekian banyak impian yang tercipta. Ketika harus menyusunmu, merangkai kata demi kata, mengutip kutipan-kutipan indah dari para ahli, sehingga menjadi proposal utuh dan masuk akal butuh waktu untuk merealisasikannya. Berbagai halangan yang silih berganti datang menghampiri. Seperti, kesibukan di luar kampus; ketika sendirian di kamar, hati saya malah condong ke social media; pacaran; dan sebagainya. Hmm, ternyata susah-susah gampang. Tidak semudah yang dibayangkan waktu melihatmu berada di tangan senior saya ketika saya masih semester V. Saking saya merasa sulit menjadikanmu sebagai mahakarya terindah, kamu seperti terlupakan. Memang, menggugah selera. Selera untuk tidak menyelesaikanmu. Ingin membencimu, tapi mana bisa membencimu? Sementara saya dipaksa untuk bergelut dengan duniamu.

Proposal bagi kebanyakan mahasiswa adalah sesuatu yang sering membuat galau. Saya sering mendapati status Facebook teman-teman tentang asam manisnya menyusun tugas proposal. Sampai membuat hati cenat-cenut cetar membahana WOW luar biasa. GALAU KRONIS. Kebingungan harus menyusunmu seperti apa.

Kalau dipikir-pikir, kata dosen saya, membuat proposal itu mudah saja. Asal banyak membaca. NAAAAHHHH… Itu. Mungkin salah satu penyebab galaunya saya dan teman-teman tentang kamu, Proposal. Di akhir batas waktu penyerahanmu kepada sang dosen, dan kamu belum saya selesaikan, jangan bersedih ya. Bukan maksud hati tidak ingin membuatmu menjadi satu kesatuan yang indah cantik menggetarkan jiwa, tapi saya akan berusaha membuatmu tersenyum. Walaupun ini dengan cara saya sendiri tanpa bantuan dari siapa pun. Boleh kan, Prop?

Proposal. Tahukah kamu? Kamu itu kadang menyulitkan saya. Menyita waktu saya untuk tetap bersama kamu. Sampai-sampai pacar saya kadang minta perhatiannya sedikit untuk dia dibanding kamu. Sempat kacau juga untuk membagi waktu antara kamu dan dia. Tapi, ya sudahlah. Saya akan lebih memilih kamu kok. Tenang saja. 🙂 Dia juga mengerti bagaimana kondisi saya saat ini. Tapi, sekarang, tidak tahu. Kami … Begitulah. Setiap pertemuan ada perpisahan. Emmm, tidak usah dibahas lebih lanjut ya. Saya mau lanjutin membahas kamu. Jadi, begitu perasaan saya sekarang, Prop. Pantas saja, dosen saya bilang *kira-kira seperti ini, “Barang ini bisa membuat yang gemuk menjadi kurus, yang punya pacar bisa lupa sama pacarnya.

Saya juga sebenarnya salah. Tidak seharusnya saya banyak santai. Sekarang saya harus kerja keras membaca, menyusun dan mencari-cari referensi agar kamu enak dibaca sama para pembaca yang lain. Supaya kamu tidak lagi menjadi beban di pikiran saya, tapi sudah menjadi salah satu kegiatan yang menarik untuk dilakukan.

SEMANGAT…!!! Proposal yang saya kenal itu menarik. Bukan menyeramkan. 🙂

Give Away

Tulisan ini diikutkan dalam GiveAway “Pandangan Pertama Special Untuk Langkah Catatanku”

Advertisements

2 thoughts on “Pandangan Pertama: Proposal Oh Proposal

  1. Selamat sore Nining. .. 😉
    Sekarang semester 5 ya, masih unyu2 sekali. 😆

    Dengan hadirnya proposal memang membuat kita risau, terlebih jika proposal yagn kita ajukan tidak disetujui dosen. 😆 Tapi, kalau masalah pacar, keknya tetap prioritas deh. 😆
    #maaf, pikiran lagi konslet. 😛
    Selamat berjuang ya, semoga sukses dan tercapai semua cita dan cinta. 😉

    Terimakasih sudah ikut meramaikan syukuran di Langkah Catatanku, Ning.
    Salam Senyuum,. . . . ^_*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s