Kedamaian Hati


Ketika hati menginginkan kedamaian yang tercipta di dalam diri. Ingin sekali menjadi bahagia sebahagia-bahagianya. Bukan karena tidak bersyukur, bukan karena sekarang tidak bahagia, tapi alam belum mendukungnya sepenuh hati. Masih ada sisi-sisi yang tertahan dari tiap sudut jiwa. Hingga perasaan ini serasa memiliki beban. Yah, untuk tidak menjadi gembira ataupun sedih.

google.com

Sekarang telah mulai terasa berbeda. Dan saya harus bisa beradaptasi dengan segala perubahan ini. Entah siapa yang salah. Apa mungkin saya lagi yang menjadi yang disalahkan? Sementara tidak ada seorang pun yang menyatakan pernyataan kalau saya adalah kesalahan. Hati ini semakin tidak jelas. Mulai tidak terbiasa dengan keadaan yang benar-benar terbalik dari sebelumnya. Kenapa demikian? Adakah yang salah dari cerita selama setahun ini? Atau telah berkurang rasa itu?

Saya memang tidak bisa memendam apa yang tersimpan dalam perasaan ini. Kedamaian hati ini pun akan semakin terusik. Raga ini akan semakin bergetar seiring isak tangis yang memecah kesunyian jiwa pemuja ketenangan.

Saya selalu memanjatkan do’a kepada Sang Pencipta agar hati ini ditenangkan selama terjadi perubahan situasi yang semoga hanya sementara.

Saya percaya sepenggal kalimat dari dosen saya, Ibu Nani Cahyani, “Believe and just believe in your dream then let God works perfectly to make all possible.” Hanya dengan sebuah kepercayaan semuanya akan tercipta. Percaya kepada Allah bahwa semuanya akan baik-baik saja dengan segala kebaikan yang kita kerjakan.

Terima kasih untuk pengertian dan kepercayaannya. Tidak sedikit terdengar suara sumbang yang hampir melemahkan kepercayaan ini. Banyak hal yang mampu meruntuhkan. Namun masih bisa bertahan. Karena kepercayaan ini. Kepercayaan yang dapat menawarkan kedamaian hati tiada batas.

Allah, kepadaMu aku tercipta. KepadaMu aku kembali. Karena hanya denganMu, kedamaian hati sesungguhnya itu ada.

Advertisements

4 thoughts on “Kedamaian Hati

  1. Bagus
    tapi mungkin ke depannya lebih banyak nulis lagi tentang hal2 yang banyak memberikan info ke pada pembaca kali ya
    sebisa mungkin kurangi curhatan pribadi
    *enakmu ko bicara alwi*
    hahahah

    1. Hehhee, iya sih kk. ada benernya juga. Soalnya gimanaa gitu.
      Tpi, yah mau bagaimana lagi, kk. Mau curhat sama siapa lagi klo nda di blog sndiri. Sudah jdi kbiasaan.
      Iya. Insya Allah isinya akan dimuat dgn yg lebih berbobot sedikit. Insya Allah. Mangatse. Makasih ya, Kaka… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s