Tarawih Bersama Sahabat di Mesjid Keraton dan Kuba


Alhamdulillah sekali saya bisa bertemu lagi di bulan Ramadhan tahun ini (2013). Banyak hal-hal ajaib yang saya temui di tahun ini. Di banding tahun-tahun sebelumnya, semua terasa berbeda. Entah, mungkin karena setelah ‘peristiwa perasaan’ itu, proses belajar dewasa pun semakin bermakna. Ini jalan terbaik yang diberikan Allah.

Ramadhan tahun ini, banyak aktivitas penenang perasaan yang saya jalani. 🙂 Semua itu berkat keluarga, sahabat dan teman-teman yang selalu bersedia mengisi hari-hari saya bersama mereka. Mulai dari sibuk mengurus skripsi, menghabiskan waktu di kampus, buka bersama keluarga sampai shalat tarawih bersama teman-teman di Mesjid Agung Keraton Buton dan Mesjid Kuba.

Dan di antara aktivitas yang paling saya senangi di bulan Ramadhan ini adalah ketika saya bersama teman-teman ke Mesjid Agung Keraton Buton dan Mesjid Kuba untuk menunaikan shalat Tarawih. Saya, Mey, Tafry dan Hikma.

Karena sekarang saya sudah pandai mengendarai motor *karena tahun lalu belum bisa :D*, jadi shalatnya main jauh-jauhan. Iya, karena letak kedua mesjid tersebut dari rumah saya jaraknya jauh. Entah berapa kilometer. Yang jelas, lumayan jauh. Saya senang sekali kalau shalat di kedua mesjid itu. Rasanya tenang. Saya bisa merasakan kedamaian batin ketika harus berada di dalam mesjid-mesjid itu. *cieee… 😀

Sekilas tentang:

1. Mesjid Agung Keraton Buton. Mesjid yang terletak di dalam Benteng Keraton Buton ini merupakan salah satu warisan budaya Kesultanan Buton yang dibangun pada abad ke-18 oleh Sultan Sakiyuddin Durul Alam (La Ngkariyriy), beliau merupakan Sultan Buton ke-19.

source: nationalgeographic.co.id

2. Mesjid Quba. Yang terletak di Kelurahan Baadia, tidak jauh dari Mesjid Agung Keraton Buton, namun telah berada di luar Benteng Keraton. Mesjid ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Idrus. Di sekelilingnya terdapat makam para pembesar Kesultanan Buton yang berasal dari turunan Sultan Muhammad Idrus. Beliau sendiri dimakamkan pada sisi selatan mesjid, dengan mesjid tersebut merupakan nisan beliau.

source of picture: http://jejakjejak.blogspot.com

Tiap pulang Tarawih dari Keraton, kami selalu berkeliling Kota Baubau melewati Kotamara ataupun Pantai Kamali untuk melihat suasana kota di malam hari. Sekaligus merefreshkan pikiran setelah seharian beraktivitas. 😀 Semuanya saya rasakan Subhanallah. Terima kasih ya Allah. Terima kasih, teman-teman. 🙂 Saya rasa ini adalah salah satu keajaiban Ramadhan yang saya terima dari Allah.

Kasih sayang Allah sangat luar biasa. Mengingat kesalahan-kesalahan yang saya lakukan, dan kemudian Allah membalasnya dengan kebaikan yang saya tidak duga-duga. Karena, bisa jadi kan, Allah bisa saja membuat orang-orang di sekeliling saya menjadi menjauh, benci, dan tidak suka sama saya. Tapi, pada kenyataannya, malah sebaliknya. Saya merasa bersalah sekali sama Allah. Memang, saya bukanlah wanita sealim para ustadzah, saya juga tidak merasa bersih dari dosa, tidak merasa sudah baik, sudah sempurna. Tidak. Saya masih harus banyak belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin Ya Rabb 🙂

http://www.karinaamalia.com

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat

Advertisements

6 thoughts on “Tarawih Bersama Sahabat di Mesjid Keraton dan Kuba

  1. eehh eehh Ning udah pintar bawa motor?? asiiikk, InsyaAllah habis Lebaran saya kesana lagi,, saya diajakpi juga Shalat di Mesjid Keraton dan Mesjid Quba, walau bukan suasana Ramadhan 😀

    moga menang GAnya say 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s