Siap Disuka dan Siap Dibenci


What a wonderful day today!

Oke. Mungkin kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman hari ini ketika mengajar di kelas untuk suatu mata kuliah. Baru saja selesai.

Ini hari sangat menyenangkan. Saya memperoleh pelajaran hidup yang tidak ternilai harganya, boleh dikatakan mungkin akan menjadikan pembelajaran diri untuk lebih dewasa. Dan saya harus menyadari bahwa apa yang dikatakan Pak Supardi kemarin-kemarin BENAR. “Kita hidup ini siap disuka dan siap dibenci.”

Saya pikir semua pekerjaan itu tidak ada yang sulit dan tidak ada yang mudah. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan, kemudahan dan kesulitannya masing-masing. Termasuk menjadi seorang pengajar. Yang mengabdikan diri sebagai seseorang yang memiliki niat untuk memberikan apa yang ditahu kepada peserta didik. Demi kelangsungan hidup pengajarnya juga demi masa depan peserta didik itu sendiri.

Seorang pengajar dalam melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) membutuhkan sebuah metode mengajar, lebih-lebih penguasaan kelas yang baik, juga Interaksi antara pengajar dan anak didik pun harus selaras alias harus saling mendukung. Sehingga PBM akan berjalan dengan sangat baik dan mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri.

Seorang pengajar dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada di dalam diri, selalu saja memiliki peserta didik yang disenangi dan tidak disenangi, tergantung sikap mereka sebagai peserta didik ke pengajar. Peserta didik pun memiliki sifat yang sama. Ada yang memiliki pengajar yang disenangi dan tidak disenangi. Entah karena sifat atau metode pembelajaran yang kurang menarik, atau apa saja yang mendukung faktor kesenangan dan ketidaksenangan tersebut.

Dan hari ini, saya benar-benar mengerti, “Kita hidup ini siap dibenci dan siap disuka.” Mengubah seseorang yang membenci kita untuk menyenangi kita pun tidak mungkin. Dan nampaknya kita membutuhkan kebijaksanaan diri untuk menghadapi hal yang demikian.

Terkhusus kepada seseorang yang telah memberikan saya pelajaran hidup hari ini, terima kasih banyak untuk perlakuannya. Semua yang terjadi di kelas hari ini menjadikan saya lebih dewasa dalam bersikap. Terima kasih banyak.

Teruntuk kalian di kelas, belajar yang baik dan sepandai apapun kamu, ketika akhlak kalian tidak baik, maka hasilnya pun akan menjadi nol. Saya yakin kalian adalah mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi di dalam bidang intelektual maupun spiritual. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s