A Poetry in November


Biar waktu yang menghapusnya.
Biar waktu yang melepasnya.
Biar waktu yang bertindak untuk memutuskan mana yang terbaik.
Dengan segala keyakinan bahwa kamu bisa menjadi lebih baik.

Tak usah berharap dengan perasaanmu.
Tak perlu terlalu dimanjakan hatimu.
Semua juga akan berujung pada kesakitan.
Sudah cukup batas kepedihan itu terurai.
Oleh kekuatan fisik, kekuatan perasaan.
Sudah cukup.
Kini tak penting lagi untuk dipedulikan.

Hei, lihat!
Tolong lihat dunia ini.
Masih begitu indah untukmu.
Nikmat Tuhan yang bagaimana lagi yang kamu cari?
Kasih sayang Tuhan terlalu besar dibanding kesalahan-kesalahanmu.

Entah angin apa yang merasuki pikiranmu.
Kembali.
Untuk hanya dirinya.
Sudahlah.
Menepis semuanya berarti siap untuk masuk ke kehidupan baru.

source: aoao2.deviantart.com

Hanya butuh orang yang teguh, tangguh.
Dan percaya akan janji Tuhan.
Akan ada kisah yang lebih baik dari kemarin.

Di penghujung tahun ini, biarkan kenangan itu menjadi debu yang terbang tertiup angin.
Tak berbekas, tak berjejak.

*Smoga kamu baik-baik saja, kawan… Saya tahu, kamu pun sekarang mungkin lebih bahagia di sana. Syukurlah.🙂 Alhamdulillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s