Antara Mendidik dan Mengajar


5898Teringat perbincangan yang lalu bersama Kak Monica dan Kak Suaib di warung mace Fakultas Sastra Unhas setelah kelas yang menguras isi kognitif untuk bekerja. Tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan. Yang pada intinya, kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan tidak selamanya berlaku, khususnya dalam urusan rumah tangga. Tetap, laki-laki berada pada posisi tertinggi sebagai pemimpin, pemimpin rumah tangga.

Laki-laki sebagai suami yang peranannya untuk mendidik (to educate), dan wanita sebagai seorang istri yang tugasnya untuk mengajar (to teach). Itulah mengapa istri lebih cerewet ketimbang suami. Utamanya dalam membesarkan anak. Contohnya ketika seorang suami berdiskusi pada istrinya tentang suatu hal yang berkaitan dengan anak, maka sang istri akan menindaklanjuti hal tersebut kepada anak-anaknya dengan cara dan bahasa yang mudah dipahami. Di sinilah, istri akan lebih banyak berbicara kepada anak-anaknya daripada suami. Sehingga, sebagai anak terkadang merasa ibu itu yang lebih sering berbicara dan bapak yang cenderung diam dan disegani.

*Tulisan ini bukan bersifat menggurui dan sok tua, namun ingin mengutarakan apa yang menjadi pendapat saya. Jika ada yang salah, mohon dibenarkan. Hanya sekedar memahami walaupun belum pernah mengalami sebagai pendamping “seorang pemimpin. ” šŸ˜€Ā 

Advertisements

2 thoughts on “Antara Mendidik dan Mengajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s