(Mungkin) Sendiri Dulu


Sambil menikmati masa-masa kritis karena tesis ini, saya mau bercerita dulu. Tentang perjalanan saya pasca Januari 2016 kemarin hingga sekarang. *Kalau yang merasa tulisan ini menyampahkan pengetahuan Anda, monggo gak usah dibaca. Hehehe…

As we know, saya mahasiswa tingkat akhir yang lagi (sok) sibuk ngurus tesis, (sok) sibuk baca artikel jurnal, (sok) sibuk cari teori, (sok) sibuk cari pembimbing yang jadwal bimbingannya seminggu sekali. Bukan juga itu, judul saya pun yang belum kelar. See, what stupid I am. Udah dari bulan Oktober 2015 kemarin kita seminar penentuan pembimbing tapi judul aja masih belum fix. How come? -____-“ Yaaa, salah saya sendiri sih sebenarnya. Nah kan, saya bukan contoh mahasiswa yang baik. Maklum, saya mah biasa-biasa aja. Otak nda encer-encer amat tuh. 😀 “Makanya, Ning. Belajar dari Oppa Lee Ju Young”.

Sekarang udah masuk Maret 2016. “Kapan seminar proposalnya, Ning?”, pertanyaan itu serasa suatu perintah di mana saya harus duduk di pojokan terus nunduk sambil garuk-garuk tanah, terus gak nyadar air matanya jatuh. Eh, sedih sendiri sayanya. Iya, ini nih yang lagi gencar-gencarnya diperjuangkan sebelum memperjuangkan cintanya hati. *eeaaa 😀 Ingat kata salah satu sahabat saya yang mau nikah tahun ini kepada Mey dan saya, “Kalian cepat-cepat urus tesisnya, supaya jodohnya juga cepat.” Errrr… -____-“ Mentang-mentang dia mau nikah. Yaa, itung-itung sebagai moodbooster untuk semangat terus kerja tesisnya.

Oh iya, tadi sempat kepikiran sama adek pertama saya, Arini. 😀 Nggak tahu kenapa.  Mungkin karena tanggal 4 Maret kemarin dia ulang tahun ya dan saya nggak ngasih hadiah apapun ke dia. Maklum, Sist. Saya belum punya uang sendiri. Nanti ya, kapan-kapan.

Terasa sekali perbedaannya ketika ada dan tidak ada dia di sini. After January 2016, saya harus ke Makassar untuk menyelesaikan ‘tugas mulia’ ini dan dia stay bersama keluarga di Baubau. It means saya harus sendiri di sini. Kemarin dia enak, kerja skripsi saya yang temani; ke café untuk kerja skripsinya ditemani, translate artikel jurnalnya ditemani dan dibantu untuk ditranslatekan juga, sampai-sampai ditunggui di luar ruangan pembimbingnya sampai selesai. Enaknya begitu, Arinces ee. Na saya? Kerja tesis sendiri. Nda ada yang tanya-tanya kabar kemajuan tesis dan pembimbing. Ada memang yang nanyain, itu Mama sama Papa. Tapi LDR e… Kasianku mi. LOL.

Be honest, bedami rasanya nggak ada anak galak itu. Kalau naik motor, biasanya boncengan. Kalau dia yang bawa motor, dia paling tidak suka dipeluk. -___-“ Na bukan ji LGBT inie… Tapi kapan kalau saya yang bawa motor, sudah dia yang paling cerewet dari belakang. Marah-marahnya itu lho.

Ko (kamu) hati-hati, Ning. Sini saya yang bawa motor.

 “Orang itu ambil jalur kiri…”

“Jan (jangan) terlalu kiri”

“Jan terlalu kanan”

“Ko di tengah-tengah.”

“Ko parkir bagaimana kah? Sini saya yang parkir.”

Kata-kata itu yang biasanya keluar dari omelannya. Katanya kalau saya yang bawa motor suka tidak jelas. Bagaimana tidak jelas, cuma diomeli begitu tapi nggak dikasih tahu alasannya kenapa. Saya kan jadi bingung, Sist. Saya diomeli dari saat perjalanan sampai mau nyari parkiran. Kadang suka ketawa dalam hati kalau sudah diomeli begitu.Tapi saya sih nggak terlalu dimasukin dalam hati karena untuk kebaikan diri sendiri juga kan. Yaa, sok-sok cuek kalau diomeli, tapi sebenarnya peduli. That’s Aries’ way. 😀

Tadi juga, kebetulan lapar menghampiri sepulang dari kampus, saya singgah di tempat makan dekat rumah. Biasanya dia pesan nasi goreng, saya mie kuah. Eh, saya pesannya nasi goreng. Ingat dia sih. Yaa, kangen aja. Teman ada sih, tapi kan mereka punya kesibukan lain dan rasanya beda kan saudara kandung dan yang tidak. Hehehe.

9684

Kemarin juga. Di saat lagi stress-stressnya sama tesis, saya memutuskan untuk nonton film di bioskop. With whom? No one. Sendirian. Di kala judul film ini pasnya nonton sama teman-teman. Serasa mau menertawakan diri sendiri. 😀 Biasanya kan kalau nonton itu sama adek. Jadinya asik, nggak kerasa jones-jonesnya. 😀 Eh, bukan jones, tapi high quality single. LOL. #bukanmodus.

Biasanya kalau jalan di mall, kalau udah lapar saya mulai memberikan semacam kode-kodean ke Arini agar kita cuss ke tempat makan terdekat. Sayangnya, responnya tidak mendukung aksi saya. Katanya, “Jangan makan di mall, mahal.” LOL. Saya maklum sama pemikirannya. Sebagai anak perantau harus pintar perhitungan. Di sisi lain, perut juga butuh perhatian kan. Saya selalu teringat sama omongannya Papa, “Kalau sudah lapar, makan.” Jadi tiap saya lapar, ya harus makan, Arinces. Di manapun itu. Walaupun kadang pandangan kita tentang harga makanan itu berbeda. Kadang dia merasa mahal dan saya merasa itu lumayan murah. 😀 Ya udah, saya ngikut aja. Makannya nanti di rumah. Palingan kalau untuk mengganjal perut, beli roti atau snack. -_-‘ Sekarang, kalau jalan sendirian di mall, udah lebih menimbang-nimbang berapa rupiah yang harus dikeluarkan. Utamanya untuk masalah makanan. Hahaha. Keras kehidupanga…

Apa-apa sendirian. Mau gimana lagi. Kenyataannya begitu. Tidak selamanya ekspektasi yang indah itu berbanding lurus dengan kenyataan yang ada. Contohnya? Gak usah pake contoh deh. Nanti dibilang modus lagi. 😀 Walaupun begitu, kok saya seperti fine-fine saja. Yaa, just enjoy it. Tapi, kadang itu berbahaya juga lho. Seperti kata 9gag.com. “Loneliness is dangerous. It’s addicting. Once you see how peaceful it is, you don’t want to deal with people.” And I shouldn’t do like that because I also need someone who can make a peace in my heart. Eeeaa… Ingat tesis, Ning. Ingat tesis. Jangan dulu eeaa eeaa… 😀 Iya, sist. Lagi on fire ini, berjuang untuk kemaslahatan keluarga. Hehehe. Mangatse…!!! Loneliness is not a hindrance, but a spirit for focusing on what I am doing.

9683

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s