Patut Musnah


Dan ketika semua berhenti, segala rasa yang ada seperti terhempas. Jauh dan tak berbekas.

Semuanya hilang begitu saja. Seketika. Laksana keajaiban yang menyulap semuanya menjadi mungkin. Rasa yang kemarin begitu manis berubah menjadi tawar.

Iya, penyesalan yang ada saat ini adalah murni kesalahan diri sendiri. Kesalahan memiliki rasa yang tertuju padamu. Membiarkan perasaan ini bergejolak hebat seakan memaksa untuk pergi dari kehidupan yang sebenarnya indah. Dan karena kamu, kamu yang telah berhasil membekukan semuanya. Hingga akhirnya perasaan ini harus terpojokkan di dalam kegelapan yang sunyi.

Kini berusaha bangkit untuk menemukan kedamaian hati yang sebenarnya Allah telah sediakan. Namun karena diri ini terlampau munafik atas kebaikan aturanNya, hingga akhirnya menemukan kamu sebagai peristiwa yang diberi Allah untuk membiarkan jiwa raga ini jatuh untuk kembali ke keadaan yang sebenarnya. Segala hal yang terjadi memang adalah kesalahan sendiri. Kamu hanya sebagai penghias memori ingatan dalam gelap yang PATUT dibiarkan keMUSNAHannya.

*Postingan malam Minggu di antara ribuan kata yang harus dirangkai dalam sebuah tesis. Happy satnite, Guys! 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s