Negeri Sapati: Tentang Persahabatan dan Kemandirian


Negeri Sapati
Negeri Sapati

Negeri Sapati adalah salah satu novel karya anak Buton yang bercerita tentang empat sahabat dari pesisir Laompo, Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Mereka adalah Dayan, Poci, Odi, dan Surman. Novel ini menonjolkan cerita tentang kehidupan Surman dan keluarganya. Kepergian kedua orang tua Surman menjadikan Surman lahir sebagai sosok yang mandiri, yang harus berjuang untuk menyambung hidup dan demi melunasi utang-utang bapaknya dari seorang rentenir, La Maseke. Sejak kepergian orang tuanya, Surman tidak bisa lagi menghabiskan banyak waktunya untuk bermain bersama tiga sahabatnya. Sepulang sekolah, dia harus bekerja. Entah sebagai seorang kuli panggul ember dan keranjang-keranjang ikan, penjual ikan milik orang lain, ataupun kurir ikan milik seorang nahkoda kapal perahu motor yang menjual banyak ikan. Walaupun demikian, banyak kisah persahabatan Surman dan tiga sahabatnya yang lucu dan menarik diceritakan pada novel ini. Utamanya, kehidupan mereka sebagai masyarakat pesisir.

Mengangkat cerita dengan settingan Pulau Buton ini, membuat saya berhasil homesick. Rasanya mau cepat pulang ke Baubau.😀

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yang mana Dayan sebagai orang pertama. Oh iya, saya agak lucu saja ketika membaca novel ini karena penulis menyelipkan dialog menggunakan gaya bahasa orang Buton, misalnya: “La Poci sama La Odi dimana? (hal. 94); Cepat mi kau kejar (hal. 195).” Saya kadang tertawa sendirian membacanya.😀

Novel ini terdiri dari 31 bagian cerita dan memiliki pesan moral di beberapa akhir bagian ceritanya. Selain pesan moral, ada juga yang berupa sindiran dan ini sangat sangat menarik. Pada halaman 252, “…. Sungguh ironis, Pulau Buton yang terkenal sebagai penghasil aspal tapi tidak sedikit dari jalanannya banyak yang berlubang-lubang akibat kongkalikong atau konspirasi para pejabat dan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan.” Ketika saya membaca kalimat ini, wowwwww, emejingg…

So far, novelnya bagus. Tidak ada cerita kehidupan yang glamour melainkan cerita kehidupan yang  sederhana, tentang anak-anak yang bermain bersama alam, no gadget, no internet. Salut buat Kak Laode M. Insan deh. Semoga saya bisa mengikuti jejaknya. Aamiin. Hehehe.

*Saya rada sangsi dengan postingan kali ini. Tidak mendetail, tapi ya sudahlah. Saya mampunya sampai di situ aja, readers. Masih perlu belajar mereview lagi. Jika ada komen dan kritik, please give me it ya. Thanks sudah berkunjung dan membaca artikel ini, readers. Salam sukses untuk kita semua.

Judul Buku: Negeri Sapati
Penulis: Laode M. Insan
Penerbit: Best Practice, Jakarta Selatan
Cetakan: Pertama, Maret 2012
Tebal: xvi + 362 halaman; 13 x 20.5 cm
ISBN: 978 – 602 – 99641 – 8 – 9

3 thoughts on “Negeri Sapati: Tentang Persahabatan dan Kemandirian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s