Tag Archives: from heart

Hi June!

Source: google.com

Hi June,
I’m so sorry.
No birthday cake.
No candles.
No song.
No surprise.

Let me do by writing on this blog.

How are you today?
You still remember this date, don’t you?
This is your day.
I hope you’re happy to know this.
The day that reminds you to be a better man, more mature, and more thankful to Allah for everything you have.
Your day that will give what you want for your good life.
Nothing is impossible as long as we keep praying and make effort.
Aamiin.

Actually, I can’t say anything because you have made me speechless.
This is not a joke or a sweet talk, but a feeling from yours.
I wanna give you romantic words sequences, but I can’t do that.
I have no idea at all.
Sorry, Darl.
All of the words have been absorbed by you so I lost them. ๐Ÿ˜€

Not much to say,
be closer to Allah, 

be happy,
be better,
be yourself,
be mine.
๐Ÿ™‚

Happy 1st June, Darl! ๐Ÿ™‚

Advertisements

Because I Believe You, Allah

Ada sesuatu yang terus mengganggu
Entah kapan akan berhenti
Berakhir
Di ujung keikhlasan hati untuk melepaskan
Atau menerimanya dengan saling menggenggam tangan
Untuk tidak berpisah hingga Allah hendak mengambil apa yang menjadi milikNya

source: 1-flesh.tumblr.com
source: 1-flesh.tumblr.com

Hati dan kabar burung itu seolah saling berkompetisi mempertahankan eksistensinya
Pada jiwa yang hampir rapuh
Tidak menyenangkan berada di antara kedua kondisi itu
Namun, keberadaan Allah akan janjiNya membuat perasaan ini hampir seperti batu
Kokoh pada kepercayaan atas apa yang telah dikatakanNya
Bersama dia ataupun tidak untuk bersama

Ya, semua kembali pada diri
Sejauh mana memperbaiki diri untuk baik di mata Allah
Hingga akhirnya Allah menghadiahkan anugerah asmaraNya
Yang membuat diri tidak bisa berkata apa-apa
Selain bersyukur kepadaNya
Sang Maha Penentu Pasangan Hidup
Engkau Maha Besar, ya Allah

Let me adore You through this writing on this blog
This is not one of ways to attract Your attention to give me what I want
This is what I want to say on my personal blog
I don’t care with many readers who read this note

I can not save this by myself
Even I don’t say it to You directly, I am sure You must know what the best thing for me
Thanks, Allah
Thanks for everything
However, I am totally still failed to obey Your exam.
I am still too sinful to be your Ummat.

Pagi, Ramadhan!

Kita memiliki kehidupan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Olehnya itu, rezeki, jodoh dan kematian yang Allah kasih akan berbeda-beda pula kuantitas dan kualitasnya.
Berbeda bukan berarti Allah berdiskriminasi.
Berbeda karena Allah tahu yang terbaik untuk hambaNya yang bertakwa.

Pagi yang tenang. Iya, cerah karena cuacanya tidak mendung. Duduk di sebuah bangku panjang bersama teman seperjuangan. Masing-masing di hadapan laptop dengan kepentingan yang berbeda. Teman saya sibuk mempersiapkan dirinya untuk ujian seminar proposal tanggal 22 Juni ini dan saya sibuk menulis tulisan ini. Tidak sempat bangun sahur karena bangun kepagian dan tidur terlalu malam, tidak menjadi halangan untuk tetap berkonsentrasi dengan apa yang ada di depan mata.

Sedikit menghilangkan penat dari proses pengerjaan hasil penelitian yang belum selesai di mana besok adalah jadwal bimbingan. Rasanya saya terlalu selllooowww sekali… -___- Berharap dapat wisuda September ini, tapi usahanya segini. Mana bisa. Tapi, saya harus yakin, in sya Allah bisa ujian hasil dalam waktu dekat dan dapat wisuda September ini. Yakin, positif, usaha, dan berdoa. Kenapa? Karena kalau saya terlanjur bilang “tidak bisa kejar wisuda September”, itu adalah kesalahan terbesar. Tidak boleh pesimis, Ning. Jalan saja. Positif saja. Kalau dapat September, alhamdulillah. Kalau tidak dapat September, juga alhamdulillah. Jalan Allah itu lebih baik dari apa yang kamu rencanakan, Ning.

Oh iya, bulan Ramadhan ini rasanya beda. Kayak gimana ya… Ada senangnya, ada sedihnya juga. Di pikiran saya itu, “tesis, tesis, tesis, tesis.”ย  Melihat teman seangkatan yang mau wisuda tanggal 29 Juni ini dan yang sudah ujian hasil, rasanya seperti disindir diri sendiri, “kamu kapan, Ning?” Rasanya mau juga seperti mereka, tapi gimana. Saya usahanya minim. *Jangan dicontoh, readers. Memang betul, Usaha tidak mengkhianati hasil. Gimana gak minim, setelah sakit kemarin, saya seperti kurang cekatan, gercep, dan enerjik. ๐Ÿ˜€ *merasamu deh, Ning. Wkwkwk… Tekanan darah saya turun naik, readers. Kadang 80/60, 90/70, yaa main-main di situlah. Dan hal itu membuat orang tua saya sedikit panik. *Maafkan anakmu ini, Ma Pa. Mereka meminta saya untuk menjaga kondisi badan dengan banyak minum susu beruang, makan coto/konro, dan satu, TIDAK BEGADANG. Bagaimana bisa selesai ni proyek kalau tidak begadang, Ma Pa. Tapi, saya tidak menyalahkan mereka. No no no. Saya aja yang kurang pandai mengatur waktu dan diri. Gimana Allah mau kasih jodoh kalau saya masih begini. Eh, pembahasan jatuh ke situ lagi. Wkwkwkwk.

Ya, jalan orang memang berbeda. Saya dengan kehidupan saya, orang lain dengan kehidupannya sendiri. Mungkin kemarin saya terlalu menggebu-gebu memilikinya, tapi sekarang saya belajar untuk lebih memahami bahwa tidak selamanya hal yang menyenangkan yang kita dengar akan cepat terealisasi di depan mata. Iya, karena semuanya bisa saja terjadi, tapi waktunya tidak secepat apa yang kita inginkan. Tergantung cara kita mencintai Allah dan berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik, baik, dan baik lagi. ๐Ÿ™‚

Terima Kasih

Antara hati dan perilaku yang tidak sejalan
Antara kalian dan saya yang bertentangan
Antara utara dan selatan yang saling berjauhan
Mungkin akan seperti itu juga nanti
Nanti
Untuk waktu yang tak ditentukan

Sisa-sisa perjalanan ini
Akan termakan oleh perihnya hati, pikiran dan perilaku
Yang seolah bertengkar dalam satu dimensi
Yang seolah berargumen untuk menjadi yang benar

Hei, jangan seperti itu
Ini kisah yang telah terjadi
Mau dibuang ke mana?
Album kenangannya masih bisa menyimpan kisahnya
Tapi dia merasa sudah tidak pantas
Untuk dikenang, dilihat, dan disanjung

Sisa-sisa perjalanan ini
Biarkan meniti kisahnya dalam perjuangan pembuktian diri
Dengan segala ketatihan, waktu akan terus berjalan
Tanpa mempedulikan kamu siapa dan mengapa

Semua hal yang dijalani adalah hasil refleksi dari apa yang kita lakukan
Semuanya sia-sia
Akan pergi bersama kencangnya angin yang meluluhlantahkan segala keindahan yang tercipta untuk masa depan

Harapan?
Entahlah, tak dapat berharap banyak dari belas kasih Allah bagi hambaNya yang selalu tak berada di jalanNya

Terima kasih untuk masih memberikan kisah baru
Yang telah usang di jalannya

Long Time Not to be Romantic

My latest post is about my birthday. It’s my new age, my new life, and my new happiness. ๐Ÿ™‚ Thanks Allah.

There have been many stories that I don’t write here, unfortunately :(. And this evening, I wannaย  tell something, not for you MUST READ, but it’s about my feeling tonight and I MUST write here. Maybe it is like the romantic words, but I am not a romantic person actually. #eeeaa. ๐Ÿ˜€ I just write what I think and feel. Because of someone who has stolen my attention. ๐Ÿ˜‰ โค

And I miss you like crazy tonight.
How I can tell you that you’re priceless, while you always make me speechless. :’)
Thanks for all your love that you give to me.
Your care, your understanding, your kindness of heart, your smile, and your anger.
You choose me as one of important people for your life.
And you have been ready to accept all about my weakness.
Forgive me, I always make you angry.
I regard that I’m not a good woman for you yet. Sorry.
I’m always being silent and you’re always being chatty.
But, I always expect you can guide me well.
How I must to be, when I’m wrong because I will always keep doing the best for being what I should be, what I should do.

2013-how-amazing-it-is

Your presence makes me speechless.
I only smile and give thank to Allah for what happened to us.
I feel it’s unpredictable situation because it’s really different before. Strongly differ.

I admit that you’re successful in giving the different nice situation to me and it’s better than yesterday. ๐Ÿ™‚
Thanks, dear.

In this loneliness, I still remember you. How are you now?
I hope you’ll get better soon. :’) โค ({})

Untuk Kamu

Kehidupan ini akan terus berjalan. Tuntutan hidup pun akan semakin kompleks seiring bertambahnya usia. Ini serasa dilatih untuk bertahan, menjalani hukum alam. Siapa yang kuat, dia yang bertahan. Sadarkah Anda? Waktu tidak menunggu kesedihan untuk berhenti. Namun, kita yang menghentikannya. Iya, kita sendiri.

Ini merupakan jalan terbaik dari Allah. Apa yang terjadi sekarang adalah hasil yang kita lakukan di masa lalu. Untuk ke depannya, kita yang menentukan, hendak ke arah positif atau ke arah negatif. Saya selalu bertanya, apakah tiap individu harus memiliki pengalaman hidup yang menyakitkan? Bagaimana cara mereka untuk bangkit? Yang kemudian terlihat nampak selalu tegar menjalani semua permasalahan hidup yang datang terus-menerus. Saya yakin, bahwa Allah tidak pernah salah. Peristiwa apapun yang kita alami, merupakan pelajaran hidup bagi kita yang mau belajar untuk kebaikan di masa depan.

Orang-orang di masa lalu adalah tetap seorang teman. Mereka juga adalah guru terbaik, pengalaman terbaik, dan pembelajaran terbaik.

Apapun yang terjadi kemarin adalah sesuatu hal yang tidak bisa kita beli untuk merasakannya. Walaupun terkadang hati tidak selalu mampu menyimpan segala beban yang ada. Namun, keyakinan terhadap Allah, kekuatan doa yang kita selalu panjatkan untukNya, dan kesungguhan diri untuk meningkatkan persolitas diri yang baik menjadi penyangga internal yang cukup ampuh untuk menopang jiwa dan raga agar selalu tetap bertahan.

Saya ingin ada waktu yang tersedia untuk berbicara dengan masa lalu. Ingin membicarakan banyak hal, memperbaiki yang masih dapat diperbaiki, meminta penjelasan secara benar, dan konsep masa depan dari sudut pandang individu yang menginginkan berjalannya silaturahim seperti biasa.

Saya cuma ingin melihat dan merasakan kehidupan masa lalu berbaikan dengan masa sekarang dengan penuh rasa persaudaraan yang tinggi. ๐Ÿ™‚

Semangat selalu, kawan-kawan sayang.
Akan selalu ada kemudahan yang Allah berikan kepada kita setelah kesusahan yang kita alami sebelumnya.

Because I Believe You

Hi, blog. How’s your day? I miss you a lot. I miss writing something here. The business in my real life needs my important attention. Sure, I do miss you. ๐Ÿ˜ฅ I can’t write regularly in recent days. Thanks so much for your patience to wait my writing. Even though, it’s just like a junk. But, that comes from my heart and thought. I can’t speak well, I can’t express well. So many stories that I want to say to you. But, my time doesn’t support me. But, I promise, I will tell you everything when I have much time. For you. So, for this chance, permit me to tell you something.

Ya ya ya. I have been a graduated student of university. But, my life doesn’t stop yet. This is still running towards the future. Smile, laugh, cry, worried. I get them every time. But, don’t you know?

source: http://nrizzo44.files.wordpress.com

It’s so painful to wait that ‘moment’ which I can’t predict when it will come. And I can’t blame Allah for everything that happens now, because I know, Allah can never be blamed. You are never fault in my eyes. I should give thank to You. You’ve been giving me a life. How terrible I am, if I must blame You for what I feel now.

I just want You to make everything better. For my life, my heart. Because I believe in You. I trust You, Allah. You will give me the best. Thanks for everything, Allah. :’)

If You’re Not the One

source: tumblr.com

Lagi suka dengar lagunya Daniel Beddingfield yang berjudul If You’re Not the One. Biasa, lagunya melow. ๐Ÿ™‚ Dan sepertinya sama halnya dengan suasana hati yang sekarang. *Syalalala*… Sayangnya, yang nyanyi adalah seorang pria, bukan wanita. Jadinya di liriknya ada kata ‘WIFE’, not ‘HUSBAND’. ๐Ÿ˜€

If your not the one then why does my soul feel glad today?
If your not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?

I never know what the future brings, but I know your here with me now.
We’ll make it through and I hope you are the one I share my life with.

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand.
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?

If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If your not for me then why does this distance maim my life?
If your not for me then why do I dream of you as my wife?

I don’t know why you’re so far away but I know that this much is true.
We’ll make it through and I hope you are the one I share my life with.
And I wish that you could be the one I die with.
And I pray that you’re the one I build my home with.
I hope I love you all my life.

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand.
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away.
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today.
‘Cause I love you, whether its wrong or right and though I can’t be with you tonight, you know my heart is by your side.

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand.
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?

Sebetulnya ini adalah hal yang biasa saja, tapi hati ini terlalu mengistimewakan rasa yang abstrak dan akhirnya seperti ini. I’m totally WRONG in this case. Di antara skripsi dan rasa, pikiran ini terbagi dua. Sama-sama sesaknya semenjak pertemuan itu dan bahasa tubuhmu yang terdefinisi olehku. Entah salah ataupun benar.

Ini bukan tentang kisah yang kemarin. Ini kisah yang baru. Yang arahnya masih terhalang oleh kabut-kabut ketidakjelasan. ๐Ÿ™‚ Ini seperti mengulang kembali masa SMA. Dalam diam, saya bersembunyi bersama berseminya bunga di hati. Namun, tak lama. Kemudian gugur tertiup angin. Tidak membenci angin yang telah membuatnya jatuh. Seperti kata Tere Liye dalam Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.

source: dangerouslee.biz

Tak ada pemberontakan atas rasa yang menggumpal dalam hati. Tak ada pengharapan lebih atas rasa yang ada. Tak ada penyalahan diri atas pertemuan kemarin. Semua berjalan begitu saja. Saya dengan jalan saya sendiri dan kamu dengan jalanmu sendiri.

Semoga saja ini hanya adalah angin lewat. Tak perlu menjadi tornado yang harus memporak-porandakan perasaan yang masih membutuhkan ketenangan. Jangan memaksakan imajinasi melawan realita. Sesak.

Tuhan, entah apa lagi yang hamba harus bilang kepadaMu? Semua telah terjadi. Sekarang harus berusaha keras menyusun kepingan hati yang tersenyum, harus berani meyakinkan diri bahwa masa depan yang baik akan datang ketika kita percaya dan berusaha dengan sungguh-sungguh tentang apa yang dicita-citakan.

Semua akan ada waktunya.

Percayalah, Tuhan itu Maha Adil. ๐Ÿ™‚

*Last:

From you that so far from here, thanks for the acceptance of our shaking hand.

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

30072013(010)

Judul : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere Liye
Tebal : 512 hlm; 20 cm
Cetakan: Keempat, Februari 2013
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978 – 979 – 22 – 7913 – 9

Tergolong buku bacaan yang cukup tebal. Tidak menjadi masalah. Karena cerita karya Tere Liye, tidak menjadi masalah besar menghadapi bacaan yang tebal seperti itu. Terdiri dari prolog, epilog dan 37 bab cerita yang saling berkesinambungan menguntai alur cerita yang sempurna. Kisah cinta tentang bujang berhati lurus, Borno, dan gadis sendu nan menawan keturunan Cina, Mey.

Seperti biasa, penulis berhasil menggambarkan keadaan kota Pontianak dengan sangat lihainya. Seperti tampak hafal betul di setiap sudut kota itu. Bukan hanya Pontianak, Surabaya dan Kota Kuching pun seperti demikian. Pendeskripsian tempat-tempat itu disusun sedemikian baiknya agar pembaca bisa segera memahami bagaimana situasinya. ๐Ÿ™‚ Aaah, Bang Tere Liye. Kata-katanya dapat dari mana?

Lepas dari itu, Borno, laki-laki setia. Setia terhadap cintanya. Hemm. Kalau tak ada Pak Tua, mungkin bisa kehilangan petunjuk yang baik, bagaimana menyikapi perasaannya. Perasaannya terhadap Mey, gadis nan sendu menawan. Ah, kisah cinta mereka. :’) Speechless dibuatnya. ๐Ÿ˜€

30072013(011)Berikut kutipan-kutipan yang berhasil touch my heart. :’D

  • Masa muda adalah masa ketika kita bisa berlari secepat mungkin, merasakan perasaan sedalam mungkin tanpa perlu khawatir jadi masalah. p.164

  • Cinta itu beda-beda tipis dengan musik yang indah. …. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti. p. 166-167

  • Cinta sejati adalah perjalanan. Cinta sejati tidak pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekadar muara. Air di laut akan menguap, menjadi hujan, turun di gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan anak sungai, menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu menjadi Kapuas. Itu siklus tak pernah berhenti, begitu pula cinta. p. 168

  • Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong. p. 173

  • Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. p. 194

  • Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. p.194

  • Cinta bukan kalimat gombal, cinta adalah komitmen tidak terbatas, untuk saling mendukung, untuk selalu ada, baik senang maupun duka. p. 221

  • Cinta, selalu saja klise. p. 233

  • Bagi kita yang jelas tidak mengulum jempol lagi, sakit adalah proses pengampunan.ย  Bersabarlah, semoga Tuhan membalas dengan kabar hebat. p. 251

  • Banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. Sibuk sekali, sampai lupa keluarga sendiri, teman sendiri. Padahal, siapalah orang yang tiba-tiba mengisi hidup kita itu? Kebanyakan orang asing, orang baru. p. 257

  • Habiskan masa-masa sulit kau dengan teman terbaik, maka semua akan lebih ringan. p. 258

  • Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu. p. 428

  • Cinta bisa tumbuh, hanya butuh sedikit membuka hati. p. 476.

  • Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri. Boleh jadi ketika seseorang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita seolah tercabik ikut pergi. Tapi kau masih memiliki separuh hati yang tersisa, bukan? Maka jangan ikut merusaknya pula. Itulah yang kau punya sekarang. Satu-satunya yang paling berharga. p. 479

  • Berikanlah hadiah buku kepada seseorang yang amat kauhargai. p. 500.

Bang Tere, adakah cerita yang seperti perasaanku? ๐Ÿ˜ฆ
Dalam diam, aku berdo’a agar perasaan ini berbaikan dengan masa lalu dan masa depan.
Tuhan…

Ketika Cinta Harus Pergi, Ikhlaskanlah

Setiap manusia memiliki perasaan cinta kepada lawan jenisnya. Tidak mengenal usia ataupun status. Dan ketika perasaan cinta itu terealisasikan dalam suatu hubungan, maka rasa cinta itu akan tumbuh semakin besar hingga bagaimana caranya masing-masing individu mempertahankannya agar tidak mengecil, pesonanya tidak luntur, ataupun rasanya menjadi hilang ditelan waktu. Ya, karena ini tentang rasa. Tentang hati. Tentang perasaan yang akan terbawa-bawa, entah sampai kapan akan berhenti mengikuti bayang-bayang jiwa kedamaian.

Ketika cinta itu bersatu, rasanya tidak ada yang bisa menggantikan. Mungkin benar apa yang dibilang orang-orang, ‘dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak’ :D. Tidak perduli orang mau bilang apa tentang cinta yang kita miliki terhadap pasangan. Kita melakukannya karena hati. Kita mampu merasakan momen-momen indah yang diciptakan berdua. Bersamanya. Indah sekali. ๐Ÿ™‚

Sayangnya, momen bahagia itu tidak selama seperti apa yang dibayangkan.
Harus pergi. Cinta itu harus pergi.
Sakit. Iya, sakit. Sakit sekali.
Sesuatu hal yang belum bisa diterima. Kenyataannya tidak boleh seperti ini. Ekspektasinya salah. Ini salah. Ada yang salah dari keadaan ini.
Hati pun menolak perpisahan ini. Jangan pergi. Namun, situasi nyatanya seperti ini. Cinta harus pergi.

Rasanya sesak. Ingin berteriak. Pikiran mau meledak. Memikirkan, membayangkan, merasakan segala sesuatu yang terjadi di luar harapan. Tentang cinta itu. Raga ini gemetar, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Hati pun ikut terluka, perih. Menangis. Iya, salah satu cara agar tetap bertahan dalam kondisi sepelik ini. Komplikasi perasaan. Entah, sembuhnya sampai kapan. Butuh waktu untuk menormalkan semuanya.

Mau menyalahkan siapa atas kepergian cinta itu? Tuhan? Pasangan kita? Bukan. Tuhan tidak pernah salah atas apa yang terjadi pada diri kita. Pasangan kita pun tidak salah akan masalah ini. Kita sendiri yang salah. Kita yang mencari-cari permasalahan cinta itu. Kalau sudah sakit hati seperti ini, sakit hatinya untuk siapa? Bukan untuk siapa-siapa. Untuk diri sendiri. Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Sekali lagi, jangan pernah menyalahkan Tuhan atas setiap kesalahan yang dilakukan. Tuhan tidak pernah salah.

Awalnya akan terasa sulit. Langkah-langkah move on yang dilakukan pun akan terasa nihil hasilnya. Mungkin benar apa yang dikatakan orang-orang, ‘cuma butuh waktu saja untuk menyembuhkan sakitnya‘.

Iya. Cuma butuh waktu saja, butuh ketenangan, butuh keikhlasan, dan butuh kedamaian. Berusaha untuk tidak membenci. Berusaha untuk berdamai. Berusaha untuk menerima. Berusaha untuk tersenyum bahagia. Berusaha untuk ikhlas. Berusaha untuk yakin kepada Tuhan bahwa momen yang tidak diharapkan itu akan tergantikan dengan yang jauh lebih baik.

Kita sadar dan kita tahu kalau semua momen menyedihkan itu berasal dari mana. Dari diri sendiri. Berani bermain dengan perasaan. Tentu, berarti berani untuk siap mengambil resiko. Salah satu resiko terburuknya yaa ini. Ketika cinta harus pergi. Tapi, tak apalah. Mengikhlaskannya lebih baik daripada tidak menerima kenyataan. Mengakui kesalahannya dari diri sendiri lebih baik daripada menyalahkan Tuhan. Anggap saja sebagai pelajaran hidup dalam proses pendewasaan diri.

Waktu akan menuntun kita untuk sembuh dengan cara kita sendiri. Tergantung keseriusan kita. Berusaha untuk ikhlas. Berusaha untuk berdamai dengan masa lalu. Semuanya akan menjadi lebih baik. Kalau jodoh, takkan ke mana. Kata Afgan, jodoh pasti bertemu. ๐Ÿ™‚ Insya Allah. Aamiin. Semangat.

Tuhan itu Maha Adil. Yakini itu.

Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Ketika Cinta Harus Pergi oleh Mbak Aida MA